Wednesday, 3 April 2019
Pengertian Ebonit
Secara harfiah ebonit
berarti “mika keras”
Ada pengertian lain
ebonit yaitu karet vulkanisasi yang bersifat kes dengan warna hitam yang
dihasilkan dari pencampuran belerang dengan karet. Ebonit pada umumnya dipakai
sebagai penyekat listrik.
Dalam bidang industri
ebonit merupakan suatu macam karet buatan atau sintetis yang mempunyai sifat
sangat keras yang dihasilkan dari karet dengan bahan kimia lainnya yang
divulkanisasi atau dipanaskan dalam waktu tertentu. Ebonit sangat berguna untuk
beberapa produk seperti untuk pembuatan bola bowling, alat rumah tangga,
isolasi listrik, dll. Macam-macam ebonit terdiri dari : Karet neoprene, EPDM,
Butyl, dan Bakelite. Ebonit mempunyai warna hitam dengan sifat keras yang
melalui proses vulkanisasi atau disebut juga vulkanit.
Ebonit termasuk bahan
yang sulit menghantarkan panas sehingga sesuai untuk pembuatan alat-alat rumah
tangga seperti untuk produksi pegangan wajan, gagang panci, sodet dan
gagang-gangan lainnya. Gagang yang terbuat ebonit bisa melindungi tangan dari
panas api kompor yang berpindah ke tangkai wajan atau sodet. Selain itu bahan
ebonit juga melindungi tangan dari panas setrika yang dihantarkan melalui logam
yang ada didalamnya.
Di pasaran ebonit bisa
mempunyai bentuk yang beragam seperti : pipa, batang, dan lempeng. Campuran
umum ebonit selain karet adalah belerang dan bahan lain antara 30% s.d. 50 %
dari seluruh bahan. Sifat lain ebonit yaitu bisa dibengkokan di dalam air panas
yang mendidih. Selain itu juga bisa dibubut serta dibor. Sifatnya juga tahan
asam dan bisa digunakan untuk bak akumulator.
Tuesday, 2 April 2019
Pengertian Abilitas
Secara harfiah dari
kata “abilitas” mempunyai pengertian sebagai “kemampuan, kecakapan, kepandaian”
Pengertian lainya yang
berhubungan dengan diri manusia adalah suatu kemampuan yang menjadi kekuatan
atau tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Kemampuan yang dimiliki ini bisa
didapatkan dari lahir dan juga melalui pendidikan dan latihan. Kemampuan dan
kecakapan yang dimiliki ini bisa menjadi potensi yang bisa membedakan kualitas
setiap individu.
Kata lain yang sepadan
dengan abilitas adalah kompetensi yang berasal dari kata dalam bahasa Inggris
yaitu "competence" yaitu kemampuan individu pada bidang yang
digelutinya.
Abilitas dalam diri
individu bisa di bagi menjadi 2 yaitu :
1. Kecakapan potensial
yang berarti yang dia dapatkan dari lahir, kecakapan ini biasanya dari faktor
keturunan atau kemampuan dari lahir. Bakat suatu individu biasanya berasal dari
kecakapan potensial
2. Kecakapan nyata
berasal dari upaya untuk belajar melalui pendidikan atau pelatihan tertentu
sehingga ketika lulus mempunyai kompetensi tertentu yang khusus di bidangnya.
Secara umum abilitas
mempunyai arti penting dalam meningkatkan produktivitas kerja karena dengan
kemampuan dan kecakapan yang dimiliki akan membawa seseorang akan lebih efisien
dalam melakukan tugasnya. Maka dari itu perlu ada pendidikan dan pelatihan
untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan individu untuk terus menjaga
abilitasnya pada tugas-tugas tertentu di bidang atau tempat kerjanya. Agar
mendapatkan hasil yang maksimal abilitas ini diarahkan sesuai dengan tujuan
tertentu agar pekerjaannya lebih efektif dan efisien.
Abilitas yang baik
akan menunjukan kinerja yang baik juga. Untuk mengukurnya membutuhkan
instrumen-instrumen pengukuran yang valid. Jika di lembaga pendidikan maka
ukurannya adalah ujian atau ulangan sebagai syarat kelulusan. Sedangkan bagi
perusahaan maka ukuran-ukuran kinerja karyawan menjadi basis data dalam
pengambilan keputusan penempatan formasi kerja yang ada.
Thursday, 7 March 2019
Persebaran Flora di Indonesia
Tanaman yang hidup di
wilayah Indonesia ada yang hidup secara alami dan ada pula yang dibudidayakan
oleh masyarakat. Jenis flora yang hidup di dunia ini berbeda-beda yang
disebabkan oleh adanya pengaruh dari
perbedaan :
a. Jenis tanah
b. Ketinggian
permukaan tanah
c. Pengaruh makhluk
hidup lain (biotik)
d. Iklim
Karena faktor-faktor
di atas membuat wilayah Indonesia kaya akan jenis-jenis flora yang beraneka
ragam. Seperti di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang memiliki curah hujan yang
tinggi sehingga sebagian besar tanahnya ditumbuhi oleh hutan yang lebat.
Sedangkan daerah Nusa Tenggara yang memiliki curah hujan yang lebih sedikit
wilayahnya sebagian besar terdiri atas padang rumput dan semak belukar.
Berdasarkan ketinggian
permukaan tanah maka dibuat zona yang membagi wilayah tanaman yang sesuai
dengan ketinggian tertentu di atas permukaan laut seperti berikut :
- Wilayah panas (0
s.d. 650 mdpl) dengan tanaman yang sesuai adalah kelapa, tebu, jagung dan padi
- Wilayah sedang (650
s.d. 1500 mdpl) sesuai untuk tanaman kopi, sayuran, teh dan tembakau
- Wilayah sejuk (1500
s.d. 2500 mdpl) yang sesuai bagi tumbuhan pinus, kina, sayuran dan teh.
- Wilayah dingin yang
ketinggiannya di atas 2500 mdpl yang tidak sesuai untuk tanaman budidaya
Secara umum flora di
Indonesia bisa dibagi 2 jenis yaitu : Indo Malayan dan Indo-Australian. Wilayah
Indo-Malayan terdiri atas pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Bali serta
pulau-pulau kecil di kawasan Indonesia Barat, sedangkan Indo-Australian terdiri
atas kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Pulau Sulawesi, Papua dan pulau-pulau
kecil di kawasan timur Indonesia.
Macam-macam flora di
Indonesia yang dipengaruhi iklim yaitu sebagai berikut :
a. Hutan bakau
Hutan ini disebut juga
hutan mangrove yang banyak kita temui di pantai-pantai di Pulau Papua, Pantai
utara Jawa, pantai Timur Sumatera dan selatan pulau Kalimantan.
b. Hutan musim
Hutan ini mempunyai
ciri khas dengan adanya perbedaan kondisi dari tumbuhan pada saat musim hujan
dan musim kemarau. Pada musim hujan pohon-pohon terlihat subur dan hijau
sedangkan pada musim kemarau mereka meranggas dan sebagian daunnya mengering.
biasanya hutan ini merupakan hutan jati dan kapuk randu. Wilayah yang banyak
terdapat hutan seperti ini yaitu di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
c. Hutan hujan tropis
Hutan ini memang hanya
ada di daerah tropis dengan an curah hujan yang tinggi, sinar matahari yang
bersinar sepanjang tahun dan an suhu udara yang panas. Sehingga memunculkan
hutan dengan pohon-pohon yang tinggi sehingga sinar matahari tidak bisa
mencapai permukaan tanah. Hutan jenis ini banyak kita temukan di Pulau Papua,
Sulawesi Kalimantan dan Sumatera.
d. Sabana
Padang rumput yang
diselingi oleh beberapa pepohonan perdu dengan curah hujan yang sedikit yang
sangat cocok untuk peternakan kuda, domba dan sapi. Wilayah seperti ini mudah
kita lihat di NTB dan NTT.
e. Stepa
Tidak jauh beda dengan
sabana, tetapi stepa merupakan padang rumput yang sangat luas dan curah
hujannya lebih sedikit daripada sabana. Dengan luasnya padang rumput tersebut
sangat sesuai dengan peternakan. Stepa banyak kita temui di daerah Nusa
Tenggara Timur.
Sunday, 23 December 2018
Asal usul nenek moyang Bangsa Indonesia
Asal nenek moyang
1. Diperkirakan nenek
moyang bangsa Indonesia dari daerah Yunan, di daerah Indocina atau Cina
Selatan.
2. Beberapa ahli
mengemukakan pendapatnya tentang siapa nenek moyang bangsa Indonesia
sebenarnya, yaitu sebagai berikut :
a. Menurut Hogen yang
berpendapat bahwa bangsa yang tinggal di pesisir Melayu hasil dari daerah di
pulau Sumatera, bangsa ini kemudian
membawa dengan bangsa Mongol yang pada beberapa waktu kemudian dinamakan dengan
bangsa Melayu tua atau Proto Melayu dan bangsa melayu muda atau Deutro Melayu.
b. Menurut Prof.
Mohammad Yamin
Beliau berpendapat
bahwa nenek moyang kita berasal dari wilayah Indonesia sendiri. Alasannya yaitu adanya fosil manusia purba
dan temuan artefak yang usianya sangat tua. jadi manusia yang berkembang di
wilayah Indonesia berasal dari Indonesia sendiri sejak zaman praaksara sampai
saat ini.
c. Menurut Van Heine
Geldern
Ilmuwan ini Apa
pendapat yaitu nenek moyang bangsa Indonesia asalnya dari daerah di Asia. Hal
ini didasarkan dari penemuan artefak di wilayah Indonesia mirip dengan
artefak-artefak di belahan benua Asia lainnya.
d. Menurut Dr. H. Kern
Berdasarkan adanya kesamaan
bahasa yang dipakai oleh penduduk Indonesia mikronesia Melanesia dan Polinesia.
Hal itu membuat Dr. H. Kern menyimpulkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia
asalnya dari daerah Kochin, Campa, Cina & Kamboja.
Kedatangan nenek
moyang bangsa Indonesia tersebut ketika masa belum mengenal tulisan atau
dinamakan masa praaksara. pada masa itu
kehidupan masyarakat masih nomaden atau berpindah-pindah tempat. sistem kepercayaannya didominasi oleh
kepercayaan animisme yaitu kepercayaan terhadap adanya roh nenek moyang yang
perlu untuk disembah dan kepercayaan
dinamisme yaitu suatu kepercayaan yang meyakini bahwa suatu benda memiliki
kekuatan gaib.
Pembentukan PPKI dan Peristiwa Rengasdengklok
Pembentukan PPKI
BPUPKI dirasa telah
mampu menyelesaikan tugasnya, maka dari itu badan tersebut dibubarkan pada 7
Agustus 1945. Sebagai penerus BPUPKI dibentuklah PPKI atau Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia. Panitia ini beranggotakan 21 orang yang selanjutnya
ditambah sebanyak 6 orang sehingga seluruhnya berjumlah 27 orang yang menjadi
ketua adalah Ir. Soekarno dan wakil adalah Drs.Mohammad Hatta serta penasehat
yaitu Mr. Achmad Subarjo. Tugas dari seluruh anggota PPKI adalah melakukan
persiapan dan menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemerdekaan
Indonesia serta proses perpindahan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia.
Pelantikan PPKI
dilakukan oleh pihak Jepang secara simbolik di Saigon atau Dalat, Vietnam pada
tanggal 9 Agustus 1945 dengan mengundang tiga tokoh Indonesia yang terdiri dari
Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Drs. Mohammad Hatta dan Ir. Soekarno. Dalam
pelantikan itu, Jepang memberikan informasi tentang kemerdekaan Indonesia yang
sudah segera dilaksanakan dengan wilayah yang meliputi seluruh bekas jajahan
Belanda.
Peristiwa
Rengasdengklok
Setelah PPKI terbentuk
dan janji dari Jepang untuk memberi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24
Agustus 1945. Ternyata terjadi peristiwa yang diluar dugaan yaitu Jepang
menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 setelah dua
kotanya : Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh sekutu. Berita menyerahnya
Jepang kepada sekutu tersebut diketahui oleh beberapa tokoh pemuda. Maka
bergegaslah Sutan Syahrir dan beberapa tokoh lainnya ke rumah Mohammad Hatta yang
kemudian menuju ke rumah Ir. Soekarno untuk mengusulkan proklamasi kemerdekaan
bisa dipercepat tanpa melalui PPKI. Saat itu Indonesia dalam status vacum of
power sehingga harus menentukan sikap untuk merdeka dan supaya tidak
mengesankan kemerdekaan Indonesia merupakan pemberian Jepang.
Usulan mempercepat
kemerdekaan ternyata tidak mendapat persetujuan dari Soekarno dan Mohammad
Hatta. Alasannya meskipun Jepang sudah menyerah tanpa syarat kepada sekutu
tetapi kekuatan militernya masih kuat di Indonesia. Supaya tidak terjadi
masalah maka kemerdekaan harus sesuai dengan maklumat dari Jepang pada tanggal
24 Agustus 1945.
Sikap golongan tua
yang menolak mempercepat proklamasi membuat golongan muda melakukan pertemuan
lagi pada jam 24.00 menjelang tanggal 16 Agustus 1945. Golongan muda yang hadir
saat itu adalah dr. Sucipto, dr. Muwardi, Syudanco Singgih, Chaerul Saleh dan
Sukarni. Mereka sepakat untuk membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta keluar
Jakarta menuju ke Rengasdengklok di Karawang pada tanggal 16 Agustus 1945 jam
04.30.
Kesepakatan tentang
proklamasi yang dipercepat tetap belum bisa terlaksana meskipun sudah di
Rengasdengklok. Ir. Soekarno sebagai golongan tua yang sangat dihormati masih
tetap pada pendapatannya untuk berunding dengan PPKI terlebih dahulu dan
mengikuti rencana Jepang. Tetapi suasana segera berubah setelah Ahmad Soebardjo
dengan sekretaris pribadinya yang bernama Sudiro datang untuk menyampaikan
berita kebenaran Jepang menyerah kepada sekutu membuat Soekarno dan Mohammad
Hatta berubah pikiran untuk menerima saran untuk segera memproklamasikan
kemerdekaan. Selain itu Ahmad Soebardjo juga memberikan jaminan kepada Soekarno
dan Mohammad Hatta untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan paling lambat jam
12.00 pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pembentukan BPUPKI
Sesuai janji dari
pihak Jepang tanggal 1 Maret 1945 untuk
membentuk suatu badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan
Indonesia. Badan itu dinamakan BPUPKI
atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan. Anggotanya berjumlah
63 orang yang menjadi ketua yaitu Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat. BPUPKI dalam usaha dalam mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia telah mengadakan sidang dua kali itu pada tanggal 29 Mei
sampai 1 Juni 1945, kemudian dilanjutkan dengan sidang pada tanggal 10 sampai
17 Juli 1945.
a. pelaksanaan sidang pertama BPUPKI
Pada sidang ini BPUPKI
membahas rumusan dasar negara Indonesia yang merdeka nantinya. Agar memperoleh
rumusan dasar negara yang benar-benar tepat dan sesuai dengan bangsa Indonesia.
Maka dipersilakan tiga tokoh yang terdiri atas Ir. Soekarno, Mr Muhammad Yamin
dan Mr. Soepomo untuk menyampaikan
gagasan mereka tentang dasar-dasar negara yang akan dibuat.
Dari tabel diatas menunjukkan
rumusan lima sila yang akan menjadi dasar negara Indonesia, terutama gagasan
yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang di kemudian
hari ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila.
Menjelang waktu
berakhirnya sidang ternyata tidak bisa mempertemukan kesepakatan tentang
rumusan dasar negara, maka dibentuklah panitia kecil yang terdiri atas 9 orang
dengan ketua Ir. Soekarno. Panitia ini kemudian disebut Panitia Sembilan pria
yang mempunyai tugas untuk mengolah dan menyeleksi semua usulan tentang dasar
negara Indonesia.Sebagai hasil dari pertemuan Panitia Sembilan menyepakati
tentang Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.
b. Pelaksanaan sidang
kedua BPUPKI
Dalam sidang kedua ini
akan membahas rencana pembentukan undang-undang dasar atau UUD. Yang menjadi
bahasan serius adalah tentang bentuk negara yang hendak dipakai setelah
Indonesia merdeka. Sebagian besar peserta atau anggota BPUPKI setuju dengan
bentuk negara republik. Sedangkan Piagam Jakarta yang sudah dibuat sebelumnya pada
sidang pertama dijadikan inti dari pembukaan UUD. Selanjutnya dibentuklah suatu
panitia kecil yang terdiri atas 7 orang dengan Ketua Soepomo sebagai perumus
batang tubuh undang-undang dasar.
Hasil kerja panitia
kecil tersebut diumumkan pada tanggal 14 Juli 1945 dengan hasil kerja sebagai
berikut :
a. Pernyataan kemerdekaan Indonesia
b. Pembukaan UUD
c. Batang tubuh undang-undang dasar
Sampai pada tanggal 16
Juli 1945 sidang diakhiri dengan berhasil membuat naskah undang-undang
dasar yang disetujui dan diterima oleh
semua anggota BPUPKI.
Thursday, 13 December 2018
Pengertian Sensus Penduduk
Pengertian sensus
yaitu suatu metode untuk menghitung jumlah penduduk berdasarkan aspek tertentu
yang dilaksanakan oleh pemerintah pada waktu serentak yang meliputi seluruh
wilayah negara dengan tujuan untuk mengetahui demografi negara tersebut.
Menurut bentuk cara
atau metode pencatatan dalam sensus dibagi menjadi dua jenis yaitu :
1. Metode Canvasser
Cara dilakukan dengan
petugas sensus melakukan wawancara secara lisan di kediaman responden, kemudian
petugas mencatat hasil wawancara sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh
penduduk yang disensus.
2. Metode Householder
Cara yang digunakan
dengan memberikan daftar isian atau pertanyaan kepada responden yang diisi
secara mandiri yang kemudian diambil lagi dalam beberapa waktu kemudian. Metode
ini membutuhkan kondisi penduduk yang mempunyai pendidikan yang tinggi karena
penduduk dituntut untuk mengisi sendiri pertanyaan yang telah diberikan tanpa
harus menerima penerangan dari petugas sensus.
Sedangkan jenis sensus
berdasarkan status tinggal seseorang dalam suatu negara juga bisa dibagi dua
yaitu :
Sensus ini dilakukan
dengan mendata seluruh penduduk yang tinggal pada suatu daerah, penduduk yang
tinggal menetap maupun penduduk yang tinggal sementara di daerah tersebut.
2. Sensus secara De
Jure
Sensus ini hanya
mencatat penduduk tetap atau penduduk yang secara hukum dinyatakan sebagai
penduduk permanen wilayah tersebut. Siapa saja yang hanya tinggal sementara dan
tidak memiliki kartu identitas pada wilayah yang bersangkutan tidak akan dihitung
dalam sensus De Jure
Manfaat sensus bagi
pemerintah :
1. Perencanaan
pembangunan bisa disusun dengan baik dan disesuaikan dengan data sensus tentang
kondisi penduduk pada wilayah tertentu.
2. Pemerintah dapat
mengetahui pola-pola migrasi penduduk dan bisa menangani masalah yang terjadi
dari migrasi penduduk tersebut.
3. Bisa diketahui
komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, tingkat
pendidikan dan tingkat pendapatan sehingga bisa dibuat rencana pembangunan yang
tepat sasaran.
4. Pemerintah bisa
mengetahui perkembangan dan laju pertumbuhan jumlah penduduk sehingga bisa
membuat kebijakan tentang keluarga berencana.
5. Pemerintah bisa
mengetahui kepadatan jumlah penduduk suatu daerah dan persebarannya di seluruh
negara sehingga bisa membuat rencana-rencana untuk pemerataan pembangunan
Subscribe to:
Posts (Atom)







