Sunday, 16 June 2019
Jenis Karya Sastra

1. Prosa Rekaan
Di bidang sastra,
prosa sering dihubungkan dengan kata fiksi, kata fiksi berarti khayalan atau
imajinasi. Imajinasi artinya tidak berdasarkan pada kenyataan, tetapi pada
prakteknya, sebuah karya sastra yang berwujud prosa dapat tercipta berdasarkan
gabungan antara kenyataan dan khayalan. Atas
dasar itulah istilah
prosa rekaan digunakan. Melalui prosa rekaan, sastrawan dapat menyampaikan
pikiran, perasaan dan keinginan kepada pembaca. Sebelum pembahasan selanjutnya,
marilah kita kaji pengertian prosa rekaan terlebih dahulu. Menurut Aminuddin
(1984:59, dalam Wahyudi Siswanto 2008) prosa rekaan didefinisikan sebagai kisah
atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu, dengan peranan, latar dan
rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya
(dalam kenyataan) sehingga menjalin suatu cerita. Jika pengertian prosa rekaan
tersebut disederhanakan, maka dapat dikatakan bahwa prosa rekaan adalah suatu
cerita atau kisah yang mengandung unsur-unsur intrinsik dan unsur-unsur
ekstrinsik yang dapat dinikmati oleh pembaca.
2. Drama
Menurut Sudjiman
(1990) drama adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan
mengemukakan tikaian dan emosi lewat lakuan dan dialog drama dimasukan kedalam
teks karya sastra, yaitu teks drama. Selain itu drama dimasukan kedalam seni
teater yaitu pertunjukan drama. Unsur-unsur drama berbeda dengan teks drama.
Unsur-unsur teks drama hampir sama dengan prosa rekaan yaitu plot, tokoh, watak
dan penokohan latar cerita, gaya bahasa, dan tema atau nilai. Didalam drama
terdapat dialog antartokoh. Berdasarkan masa-masanya, drama dibagi menjadi dua
yaitu drama tradisional dan drama modern.
Drama
tradisional/drama rakyat adalah drama yang lahir dan diciptakan masyarakat
tradisional, biasanya digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, misalnya
menyambut datangnya panen, menyambut tamu atau mengungkapkan rasa syukur kepada
Tuhan. Contoh drama tradisional di Indonesia adalah wayang kulit, wayang golek,
ludruk, ketoprak, tari topeng. Drama modern adalah drama yang lahir pada zaman
masyarakat industri. Ceritanya selalu berkembang dan tidak selalu merujuk pada
cerita lain. Bentuk drama modern seperti dramatisasi, drama puisi, drama
absurd, opera, atau sendratari
Labels:
Bahasa Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment