Friday, 8 May 2015

Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu-Buddha

Hasil kebudayaan pada masyarakat Indonesia saat masa Hindu - Buddha sanagta beragam bentuknya, seperti berbentuk bangunan megah (candi), seni pahat patung (arca-arca), seni pahat serta ukir pada dinding batu (relief), serta bentuk sastra (kitab-kitab).
a. Candi

Candi biasanya berbentuk sebuah bangunan yang cukup tinggi dengan 3 (tiga) bagian. Bagian paling bawah adalah lambang dari bhurloka artinya alam manusia, pada bagian tengah melambangkan bhuvarloka artinya alam kematian, dan pada bagian atap menggambarkan swarloka artinya alam para dewa.
Candi - candi yang berada di wilayah Indonesia mempunyai corak yang berbeda, tergantung pada sifat/karakter kerajaan yang membangun atau membuatnya. Candi - candi yang berada di daerah Jawa Tengah di bagian utara umumnya mempunyai bentuk melingkar, di mana bentuk candi - candi kecil biasanya melingkari pada candi utama yang lebih besar. Ini melambangkan pada susunan masyarakat biasanya yang menempatkan seorang raja sebagai pusat/inti dari kekuasaan. Ini bisa dipahami, bila mengingat pada kerajaan - kerajaan di wilayah Jawa Tengah bagian utara biasanya merupakan sebuah kerajaan Hindu.
Sementara itu, pada candi - candi yang berada di wilayah Jawa Tengah di bagian selatan biasanya mempunyai ukuran yang besarnya sama, tidak ada bentuk candi yang lebih besar maupun lebih tingginya yang melebihi yang lainnya. Hal ini melambangkan susunan pada masyarakat sangat demokratis yang sudah menempatkan seorang raja dan penduduk lainnya kedudukannya setara. Hal tersebut merupakan karakter dari agama Buddha yang tidak menganut adanya sistem kasta.
Adapun bangunan candi - candi di wilayah Jawa Timur umumnya menempatkan bangunan candi utama yang berukuran besar di belakang dari pada candi - candi yang ukuranya lebih kecil. Hal tersebut melambangkan kedudukan seorang raja sebagai seorang yang mampu pemersatukan masyarakat. Bangunan Candi tidak hanya dijumpahi di wilayah pulau Jawa namun juga bisa dijumpahi di daerah pulau - pulau lain. Misalnya, bangunan candi Muara Takus yang bisa dijumpahi di wilayah pulau Sumatra.
b. Yupa/Prasasti
Yupa/prasasti merupakan suatu tugu batu yang memiliki fungsi sebagai monumen/tugu peringatan. Yupa/Prasasti umumnya menggunakan tulisan aksara Pallawa atau menggunakan bahasa Sanskerta serta menjadi satu-satunya sumber utama bagi para ilmuan/ahli dalam menginterpretasikan pada sejarah Kerajaan - kerajaan pada saat masa Hindu-Buddha.

c. Kitab dan Karya Sastra
Masa kekuasaan Hindu dan Buddha juga meninggalkan beberapa tulisan (kitab) yang isinya sangat beragam. Ada kitab yang berisi sebuah cerita, berita dalam sejarah, ataupun berisi dongeng-dongeng. Umumnya isi kitab tersebut berbentuk syair. Kitab - kitab tersebut antaranya: 1).Kitab Bharatayuda yang di tulis oleh Mpu Sedah dan juga Mpu Panuluh. 2).Kitab Smaradhana di tulis oleh Mpu Dharmaja. 3).Kitab Negarakertagama di tulis oleh Mpu Prapanca. 4).Kitab Sundayana, adalah sebuah kitab yang isinya menceritakan peristiwa Bubat
d. Arca
Arca adalah batu yang biasanya dipahat hingga akan membentuk menyerupai manusia maupun binatang. Biasanya, arca dibuat sebagai penggambaran seseorang atau para dewa - dewi tertentu. Beberapa patung arca hasil dari kebudayaan pada masa Hindu-Buddha antaranya patung arca dewa Syiwa, dewa Brahma, dewa Wisnu, sang Buddha, dan juga Dhyani Boddhisatwa.
e. Relief
Relief adalah pahatan/ukiran tulisan ataupun gambar yang umumnyanya terdapat pada dinding bangunan candi. Beberapa pahatan/ukiran relief ada yang menceritakan sebuah pengalaman hidup dari seorang raja dan juga kisah para dewa-dewi agama Hindu atau Buddha.
Video Materi Pembelajaran Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu-Buddha bisa dilihat di bawah ini.





Hasil Kebudayaan Masa Perundagian

1)  Nekara

Nekara adalah semacam tambur yang berukuran besar terbuat dari perunggu yang bentuk pinggang pada bagian tengahnya serta pada sisi atasnya tertutup. Di nekara, umumnya terdapat beberapa pola hias yang sangat beraneka ragam. Biasanya pola hias yang pergunakan atau dibuat merupakan pola binatang buruan, geometrik/garis-garis, gambar burung, gambar seekor gajah, gambar ikan/binatang laut, gambar kijang jantan, gambar harimau, serta gambar seorang manusia. Dengan pola hiasan yang demikian sangat beragam, nekara mempunyai nilai seni artistik yang cukup tinggi sekali. Nekara biasnya sering digunakan pada upacara untuk mendatangkan hujan. Nekara banyak ditemukan antaranya di wilayah pulau Jawa, wilayah Sumatra, pulau Bali, Kepulauan Kei, serta wilayah Papua.
2)  Moko
Bentuk dari moko ialah menyerupai dari bentuk nekara tetapi lebih ramping. Pada bidang pukulnya bentuknya menjorok keluar, pada bagian bahu segaris lurus dengan pada bagian tengahnya yang membentuk sebuah silinder dan pada kakinya berbentuk lurus serta melebar pada bagian bawah. Moko umumnya banyak didapati di Pulau Alor.
3)  Kapak Perunggu
Kapak perunggu digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu :
kapak corong/kapak sepatu, kapak upacara, serta tembilangan (tajak). Kapak corong tersebut disebut corong karena pada bagian atasnya mempunyai bentuk seperti corong yang sembirnya belah. Pada corong itu akan dimasukkan tangkai dari kayu yang akan menyiku pada bidang kapak tersebut. Kapak tersebut juga disebut kapak sepatu sebab hampir menyerupai sepatu.
Bentuknya bulat,  memanpanjang pada sisinya, serta terbuat dari bahan logam. Kapak perunggu banyak ditemukan antaranya di wilayah Sumatra Selatan, daerah Jawa Barat, pulau Bali, wilayah provinsi Sulawesi Tengah serta Selatan, Pulau Selayar, dan di Papua.

4) Bejana Perunggu
Bejana perunggu umumnya mempunyai bentuk bulat dan panjang menyerupai tempat untuk membawa ikan yang biasanya diikatkan di pinggang. Bejana tersebut terbuat dari dua bagian lempengan perunggu yang berbentuk cembung, yang dilekatkan pada pacuk besi di sisinya. Pola hias pada benda tersebut tidak sama secara penyusunannya. Bejana banyak ditemukan di daerah pulau Madura (Asemjaran, Sampang) serta di wilayah Sumatra (Kerinci).
5) Perhiasan Perunggu
Perhiasan yang pembuatanya berbahan baku dari perunggu, logam mulia emas, dan juga besi umumnya banyak ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Perhiasan seperti gelang, kalung, cincin, serta bandul kalung yang terbuat dari bahan perunggu biasanya dibuat tanpa ada hiasan. Akan tetapi, ada juga perhiasan perunggu yang dihias dengan suatu pola geometris atau pola makhluk hidup (bintang). Gelang yang biasnya mempunyai hiasan bentuknya besar serta tebal. Pola hias yang ada pada gelang tersebut berupa pola timpal, pola garis, pola menyerupai tangga, dan juga pola duri ikan laut. Pola hias lainnya seperti spiral yang disusun sedemikian rupa membentuk kerucut. Mata cincin mempunyai bentuk kambing jantan dapat ditemukan di daerah Kedu provinsi Jawa Tengah.
6) Arca Perunggu
Arca atau patung perunggu yang pernah ditemukan di wilayah Indonesia memiliki bentuk yang sangat beragam, ada yang berbentuk seoramg manusia serta bentuk binatang. Umumnya posisi manusia pada bentuk sebuah arca ada yang dalam keadaan tegap berdiri, bertolak pinggang, memegang senjata panah, menari serta sedang menunggangi kuda. Arca dengan bertolak pinggang pernah ditemukan di daerah Bogor. Patung/arca manusia yang sedang memegang senjata panah ditemukan di daerah Lumajang provinsi Jawa Timur. Arca yang bentuknya binatang biasnya berupa arca hewan kerbau yang sedang tidur atau berbaring, kuda yang sedang berdiri, serta kuda dengan pelana. Beberapa tempat ditemukannya arca-arca tersebut, seperti di daerah Bangkinang (Riau), kabupaten Lumajang, kota Palembang, dan juga daerah Bogor.

Video Hasil Kebudayaan Masa Perundagian bisa dilihat di bawah ini





Friday, 24 April 2015

Keragaman Sosial-Budaya Sebagai Hasil Dinamika Interaksi Manusia

1.Keragaman Suku Bangsa

Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan suku? Suku merupakan suatu kesatuan kelompok masyarakat atas dasar adanya kesamaan bahasa, budaya, dan juga tempat tinggal. Misalnya pada suku Dayak, suku dayak bertempat tinggal di wilayah Pulau Kalimantan, mereka mempunyai bahasa serta mempunyai adat istiadat Dayak. Demikian juga suku Jawa, suku jawa tinggal di wilayah Pulau Jawa, mereka mempunyai bahasa dan mempunyai adat istiadat Jawa. Daerah/wilayah asal suku-suku di wilayah Indonesia tersebar di setiap daerah. Setiap suku mempunyai kebiasaan hidup yang beragam dan berbeda - beda. Kebiasaan hidup tersebut menjadi sebuah budaya serta ciri khas pada suku masing-masing sehingga membentuk keragaman suatu budaya.
2. Keragaman Bahasa
Bahasa daerah merupakan bahasa yang biasanya dituturkan di wilayah/daerah tertentu. Bahasa daerah umumnya digunakan untuk komunikasi/percakapan untuk satu suku yang sama. Setiap kelompok suku mempunyai bahasa yang sangat berbeda mulai dari logat dan dialeknya yang sangat khas. Itulah beberapa ciri khusus dari setiap bahasa daerah tersebut. Pada perkembangannya, suatu bahasa daerah akan memperkaya bahasa Indonesia.

3. Keragaman Budaya
Kalian sudah memahami bila di wilayah Indonesia terdapat sangat banyak sekali berbagai suku bangsa. Karena di wilayah Indonesia mempunyai beragam suku bangsa, serta bentuk dari kebudayaannya juga sangat beragam. Setiap wilayah/daerah mempunyai kebudayaan daerah yang sangat khas. Keragaman pada budaya daerah bisa diketahui dari bentuk - bentuk pakaian adat, ragam lagu daerah, seni tarian daerah, rumah tradisional/adat, alat musik tradisional, seni pertunjukan, berbagai upacara adat, dan banyak lagi.
a. Rumah Adat
setiap daerah memiliki beragam rumah adat dengan bentuk arsitektur yang sangat khas serta unik. Misalnya, bentuk/pola rumah, bentuk atap, bentuk dinding, lantai, dan sebagainya. Bahan untuk pembuatnya pun sangat berbeda - beda. Bentuk rumah adat tersebut menunjukkan ciri khas pada kehidupan masyarakat di suatu wilayah/daerah. Selain itu, pada bentuk rumah pula sangat dipengaruhi oleh alam atau lingkungan sekitar daerahnya. Lihat pada rumah Joglo yang umum mempunyai ciri khas yang berupa adanya empat tiang sebagai penyangga utama disebut soko guru yang merupakan dari lambang/simbol penentu penjuru arah mata angin dan pada tumpang sari yang merupakan suatu susunan yang terbalik oleh disangga oleh soko guru (empat tiang utama). Amati juga pada rumah Bubungan Tinggi yang berasal dari Kalimantan Selatan dan juga Rumah Limas yang berasal dari daerah Sumatra Selatan, bentuknya sama seperti rumah panggung. Kondisi alam di daerah Kalimantan Selatan dan juga Sumatra Selatan mempunyai banyak sungai, maka model rumah panggung sangat baik untuk di daerah tersebut. Rumah panggung bisa dijadikan untuk perlindungan ketika air di sungai meluap.
b. Pakaian Adat dan Senjata Tradisional
Keragaman budaya di wilayah Indonesia juga dicirikan oleh banyaknya ragam pakaian adat tradisional. Pakaian adat tradisional adalah salah satu dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang banyak serta mendapat perhatian sebab keindahannya. Model pakaian adat, warna, serta hiasannya sangat berbeda antara di daerah satu dengan daerah yang lain. Pakaian adat biasanya dipakai pada saat waktu upacara-upacara adat setempat, misalnya pada saat kematian, upacara perkawinan, kelahiran, serta saat kegiatan ritual nenek moyang dari setiap suku tersebut. Pakaian adat tradisional biasanya dilengkapi dengan sejumlah senjata tradisional sehingga terlihat makin indah dan gagah. Kekhasan lain bisa ditunjukkan pada bentuk senjata yang biasanya digunakan sebagai lambang/simbol daerah. Berikut ini ada beberapa contoh dari pakaian adat serta senjata tradisional di wilayah Indonesia.
c. Lagu Daerah dan Alat Musiknya
Lagu adalah salah satu bentuk dari ungkapan perasaan seorang manusia. Lagu daerah umumnya bercirikan pada kedaerahan. Lagu daerah biasanyanya menggunakan bahasa setempat (daerah). Ada lagu yang melukiskan keindahan alam sekitar daerahnya. Ada juga yang melukiskan suatu perjuangan masyarakat daerahnya. Lagu - lagu daerah umumnya diiringi dengan berbagai alat musik tradisional daerah. Jenis alat musik yang dipakai pada setiap daerah biasanya berbeda - beda.

d. Tarian Daerah dan Pertunjukan Rakyat

Seni tari adalah salah satu aspek kesenian untuk bisa mengungkapkan sebuah perasaan melalui gerak tarian. Tarian daerah biasanya menampilkan kekhasan pada daerahnya. Tarian umumnya mempunyai makna serta simbol tertentu. Ada untuk pemujaan kepada sang pencipta, untuk penyambutan tamu dari daerah lain. Ada juga untuk kegembiraan muda-mudi ataupun tentang sebuah kepahlawanan. Contoh pada tarian menyambut tamu antaranya tari Saman dari daerah Aceh dan juga tari Pendet yang berasal dari pulau Bali. Tarian yang untuk menunjukkan keperkasaan contoh antaranya  tari Reog yang berasal dari daerah Ponorogo di jawa timur dan ada tari Cakalele yang berasal dari kepulauan Maluku.
Selain adanya seni tari, Indonesia juga mempunyai sangat beraneka ragam suatau pertunjukan rakyat yang sama menariknya. Setiap ragam pertunjukan rakyat mempunyai ciri khas pada daerah masing-masing.
4. Keragaman Religi
Indonesia mempunyai keragaman pada agama atau kepercayaan. Di wilayah Indonesia, terdapat ada enam agama yang secara resmi diakui oleh negara, yaitu agama Islam, agama Katolik, agama Kristen, agama Hindu, agama Buddha, dan juga agama Khonghucu. Keragaman agama tersebut bisa diketahui dari cara pelaksanaan ajaran suatu agama dalam kehidupan sehari - hari dan juga upacara keagamaan yang biasanya dilakukan oleh para penganut setiap agama tersebut.










Thursday, 23 April 2015

Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia pada Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

1)  Kapak Perimbas

Kapak perimbas merupakan sejenis kapak yang biasanya digenggam dan mempunyai bentuk masif. Kapak tersebut tidak mempunyai tangkai serta umumnya digunakan dengan cara menggenggamnya. Alat tersebut berupa batu yang sengajah dibentuk menjadi seperti kapak. Teknik untuk pembuatannya juga masih sangat kasar, dan tidak ada suatu perubahan dalam jangka waktu yang sangat panjang, pada bagian tajam di kapak jenis tersebut hanya di satu sisi saja. Tempat yang banyak ditemukannya seperti di Lahat wilayah Sumatra Selatan, Kamuda daerah Lampung, pulau Bali, kepulauan Flores, wilayah Timor, Punung Pacitan provinsi Jawa Timur, Jampang Kulon Sukabumi provinsi Jawa Barat, wilayah Parigi, dan Tambangsawah daerah Bengkulu.

2)  Kapak Penetak
Kapak penetak yang umumnya dibuat dari bahan fosil kayu. Kapak penetak biasanya mempunyai bentuk yang hampir menyerupai kapak perimbas, pada bagian tajamnya berbentuk berliku-liku. Kapak penetak tersebut bentuknya agak lebih besar dibandingkan dengan kapak perimbas serta cara pembuatannya juga masih sangat kasar. Kapak tersebut mempunyai fungsi untuk membelah sesuatu seperti kayu pohon, bambu atau disesuaikan pada kebutuhannya. Kapak penetak tersebut ditemukan pada hampir di seluruh pelosok wilayah Indonesia.
3)  Pahat Genggam
Pahat genggam biasanya dibuat dari kalsedon dan juga fosil kayu, umumnya berukuran sedang dan agak kecil. Pahat genggam biasanya mempunyai bentuk yang ukuranya lebih kecil bila dibandingkan dengan kapak genggam. Menurut para ahli menafsirkan bila pahat genggam memiliki fungsi/kegunaan untuk menggemburkan ataupun menggali tanah. Alat tersebut difungsikan untuk mencari bahan makanan seperti jenis umbi- umbian yang bisa dimakan.
4)  Alat Serpih                                                                       
Alat serpih adalah batu pecahan dari sisa pembuatan alat kapak genggam yang biasanya dibentuk menjadi bentuk tajam. Alat ini mempunyai fungsi sebagai alat serut, gurdi, penusuk, serta sebagai pisau. Tempat yang banyak ditemukannya alat serpih ini seperti di Punung Pacitan, provinsi Jawa Timur, Sangiran, Ngandong terletak di lembah Sungai Bengawan Solo, Gombong daerah Jawa Tengah, daerah Lahat, Cabbenge, dan juga Mengeruda di Bagian Barat Flores provinsi NTT.




Hasil Kebudayaan Masa Bercocok Tanam

1) Beliung Persegi

Beliung persegi merupakan sebuah alat dengan permukaannya memanjang serta mempunyai bentuk persegi. Pada bagian permukaan alat itu umumnya telah digosok dengan sangat halus, kecuali di bagian pangkal untuk digunakan sebagai tempat ikatan tangkai. Pada sisi pangkal akan diikat pada bagian tangkai, pada sisi depan akan diasah sampai tajam.
2) Kapak Lonjong
Kapak lonjong adalah sebuah alat yang berbentuk lonjong dengan pada pangkalnya agak runcing serta melebar di bagian tajamannya. Di seluruh bagian permukaan alat tersebut sudah digosok dengan halus. Sisi bagian pangkal berbentuk agak runcing serta diikat pada tangkainya. Pada sisi depan mempunyai bentuk lebih melebar dan dihaluskan/asah sampai tajam pada kedua bagian sisinya sehingga akan menghasilkan suatu bentuk tajaman yang sangat simetris. Hal tersebut yang membedakannya dengan bentuk beliung persegi. Alat tersebut di wilayah Indonesia umumnya dijumpai hanya pada terbatas di daerah/wilayah bagian timur, seperti di daerah Sulawesi, Sangihe Talaud, kepulauan Flores, kepulauan Maluku, Leti, Tanimbar, dan wilayah Papua.
3) Mata Panah
Mata panah merupakan mencerminkan dari kehidupan suatu masyarakat pada saat masa berburu dan pengumpulan makanan. Mata panah umumnya banyak dijumpai di daerah Jawa Timur dan daerah Sulawesi Selatan. Kebanyakan tempat-tempat penemuan alat mata panah di daerah Jawa Timur antaranya adalah di wilayah Sampung madura di Gua Lawa, wilayah Tuban di Gua Gede dan di Gua Kandang, wilayah Besuki di Gua Petpuruh, dan juga di wilayah Bojonegoro di Gua Keramat. Di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, alat tersebut antaranya dijumpai di beberapa gua di wilayah Pegunungan Kapur daerah Bone seperti di Gua Cakondo, Gua Tomatoa Kacicang, Gua Ara, Gua Bola Batu, Gua Pattae dan juga ada di beberapa gua di wilayah Pegunungan Kapur daerah Maros dan sekitarnya.
Ada beberapa perbedaan antara bentuk mata panah di daerah Jawa Timur dan di daerah Sulawesi Selatan. Bentuk mata panah di daerah Sulawesi Selatan umumnya mempunyai ukuran kecil serta tipis. Penyiapan suatu bentuk tidak dikerjakan di seluruh permukaannya, hanya di bagian tajamnya. Di daerah Jawa Timur, bentuk mata panah biasanya dibuat sangat teliti, pada umumnya mempunyai bentuk segitiga yang rata-rata ketebalannya sekitar 1 cm. Pada bagian ujung serta tajamannya biasanya ditatah dua arah sehingga mendapatkan suatu tajaman yang bergerigi/berliku-liku dan juga tajam.
4) Gerabah
Gerabah umumnya terbuat dari bahan tanah liat yang diopen atau dibakar. Pada saat masa bercocok tanam, alat tersebut dibuat dengan cara yang sederhana. Semua dikerjakan/dibuat dengan tangan. Gerabah banyak ditemukan di daerah Kendenglembu wilayah Banyuwangi, Klapadua di Bogor, Serpong wilayah Tanggerang, pulau Bali, daerah Kalumpang dan juga Minanga Sipakka di Sulawesi serta ada di beberapa daerah lain di wilayah Indonesia.
5) Perhiasan
Pada saat masa bercocok tanam, telah dikenal beberapa perhiasan seperti berupa gelang yang terbuat dari batuan dan kulit kerang. Perhiasan seperti ini biasanya ditemukan di wilayah provinsi Jawa Tengah dan wilayah Jawa Barat.




Wednesday, 8 April 2015

Interaksi Manusia dengan Lingkungan Budaya

Kata kebudayaan sendiri berasal dari sebuah bahasa Sansekerta yaitu “Buddhayah” bentuk kata jamak dari “Buddhi” yang mempunyai arti budi (akal). Dengan demikian, sebuah kebudayaan bisa diartikan sebagai suatu hal-hal yang berhubungan dengan budi serta akal.  
Dalam buku Ensiklopedi Nasional Indonesia pada tahun 1990 dijelaskan bahwa suatu kebudayaan adalah himpunan dari keseluruhan atau semua cara manusia untuk berpikir, berperasaan, dan juga berbuat, serta juga segala sesuatu yang dipunyai manusia sebagai klompok/anggota masayarakat, yang bisa dipelajari, serta dialihkan dari satu generasi ke generasi yang ber
ikutnya.
Kalian tentu sudah bisa memahami bahwa seorang manusia tidak dapat hidup secara sendiri untuk bisa memenuhi seluruh kebutuhan pada hidupnya. Bagaimana pun, dia tetap membutuhkan bantuan dari pada orang lain. Oleh sebab itu, manusia umunya mempunyai kecendrungan untuk dapat hidup berkelompok serta bermasyarakat.
Kita hidup di tengah-tengah masyarakat. Artinya, bahwa kita hidup bersama dengan orang lain, dapat bersama sekeluarga, dengan teman-teman, sekitar tetangga, seluruh penduduk sedesa, penduduk sewilayah kota, atau dengan semua penduduk yang tinggal di satu negara dengan kita.  Dalam suatu kehidupan bermasyarakat, kita harus bisa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, termasuk pada hal dalam perilaku, aturan, nilai atau norma, kepercayaan dan juga adat istiadat yang umumnya berlaku di lingkungan masyarakat tersebut.

Misalnya, pada saat kita sedang berkunjung ke suatu daerah kampung atau desa yang memberlakukan untuk wajib lapor kepada seorang kepala RT  bila kita ingin untuk berkunjung lebih dari dua hari (2 x 24 jam), maka kita harus untuk melaporkan diri kita kepada seorang kepala RT setempat. Perilaku tersebut adalah aturan, nilai serta norma, kepercayaan dan juga adat istiadat yang merupakan bagian dari sebuah kebudayaan. Kebudayaan adalah salah satu dari sebuah unsur penting yang dipunyai oleh suatu kelompok masyarakat. Misalnya, suatu suku- suku yang ada di Indonesia, mereka umumnya mempunyai kebudayaan sendiri dan berbeda antara satu suku dengan suatu suku-suku yang lainnya. Melalui suatu kebudayaan tersebut, dapat dilihat ciri khas pada setiap suku. Oleh sebab itu, kita seharusnya dapat mengetahui tentang adanya kebudayaan bangsa  yang sangat beranekaragam hingga bisa menyesuaikan diri pada aturan-aturan dan tata cara beradaptasi terhadap sebuah lingkungan. Hal tersebut bertujuan agar keberadaan kamu bisa diterima pada suatu kelompok masyarakat.

Interaksi Manusia dengan Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi merupakan faktor ekonomi yang umumnya memengaruhi pada jalannya usaha atau pada aktifitas ekonomi. Aktifitas ekonomi bisa berjalan dengan baik bila didukung oleh beberapa faktor yang biasanya mempengaruhi atau mendukungnya. Contoh beberapa faktor tersebut saeperti kebijakan ekonomi oleh pemerintah, pendapatan masyarakat, sumber daya ekonomi yang tersedia dan lain-lain.         
Lingkungan ekonomi dapat dikatakan mendukung bila pemerintah bisa membuat sebuah kebijakan atau sebuah aturan yang memungkinkan adanya aktifitas ekonomi yang umumnya berjalan dengan sangat baik, dan juga mampu untuk dapat menjamin ketersediaan suatu sumber daya ekonomi yang akan dibutuhkan, mampu dapat mengatur persaingan dalam suatu usaha dan lainnya. Jika tidak, maka pada lingkungan ekonomi di suatu negara dapat dikatakan sangat tidak mendukung. Pendapatan pada masyarakat juga menjadi suatu faktor yang penting dalam sebuah lingkungan ekonomi. bila secara perorangan dapat maupun untuk perusahaan maka akan membuka sebuah usaha, maka sangatlah penting untuk dapat memperhatikan pada pendapatan masyarakatnya. Seperti contoh pada sebuah perusahaan yang memproduksi kendaraan bermotor dan membuka sebuah pabrik mobil di suatu wilayah. Maka perusahaan tersebut harus dapat memastikan bahwa pada pendapatan masyarakat yang tinggal di  wilayah tersebut mempunyai kemampuan untuk bisa memiliki sebuah mobil. Bila tidak maka sebuah perusahaan mobil tersebut akan gagal untuk memenuhi target penjualannya.        

Kegiatan suatu usaha sangatlah dipengaruhi oleh sebuah ketersediaan pada sumber daya yang dipunyai di suatu wilayah. Sumber daya itu bisa berupa sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Jika sumber daya alam (SDA) sebagai salah satu bahan untuk aktifitas produksi tidak tersedia dengan terus menerus, maka pada kegiatan ekonomi tersebut akan terganggu. Manusia pada kehidupannya sehari-hari selalu melakukan sebuah hubungan dengan lingkungan ekonominya. Mereka umumnya melakukan suatu aktivitas ekonomi dengan mengunakan sumber daya ekonomi yang sudah tersedia. Sumber daya ekonomi merupakan alat yang umunya digunakan untuk dapat memenuhi kebutuhan pada manusia, baik yang berupa suatu barang atau jasa. Sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja, modal uang dan juga kewirausahaan adalah sumber daya ekonomi. Sumber daya  alam (SDA) bisa berupa tempat/lahan, bahan mentah tambang, hewan (fauna), tumbuhan (flora) dan lainnya. Tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) adalah sumber daya untuk dapat menghasilkan suatu barang atau jasa.

Blog saya yang lain