Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, 18 October 2021

Kepala Sekolah Sebagai educator

 

Seorang kepala sekolah harus mempunyai kemampuan sebagai seorang educator yang mempunyai arti sebagai pendidik yang memberikan latihan dan pengajaran tentang kecerdasan pikiran dan akhlak yang baik kepada seluruh warga sekolah.  Kepala sekolah berperan sebagai pendidik harus mempunyai strategi yang terencana dan tepat supaya bisa meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan. Mampu menciptakan situasi yang baik dan bisa memberikan nasehat-nasehat kepada warga sekolah yang bisa memberikan dorongan  mereka bisa bekerja lebih baik di sekolah. Khusus kepada guru, kepala sekolah bisa mengarahkan dan mendidik guru untuk membuat model dan strategi pembelajaran yang lebih menarik serta memberikan remidi dan pengayaan kepada siswa-siswanya.

Kepala sekolah harus mempunyai kemampuan untuk melakukan 4 pembinaan yaitu :

1. Pembinaan Mental

Kesehatan mental yang mempunyai arti kemampuan untuk menjaga sikap, batin dan watak. Kepala sekolah harus bisa mewujudkan situasi yang kondusif dalam sekolah. Situasi yang aman dan yaman di sekolah sangat penting dalam menjaga mental warga sekolah. Kepala sekolah harus mampu memberikan semangat semua warga sekolah dalam mencapai tujuan  pembelajaran. Semangat ini perlu karena adanya tuntutan hasil belajar yang tinggi membutuhkan perjuangan yang lebih, apalagi sekolah harus lebih maju dimasa yang akan datang.

2. Pembinaan moral

Moral merupakan perwujudan dari perilaku baik dan buruk yang berdasarkan nilai, norma, aturan dan perundang-undangan. Kepala sekolah harus bisa menjaga perilaku warga sekolah agar seminimal mungkin tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang ada. Tindakan yang  bisa dilakukan adalah berupa nasehat, teguran atau bahkan sanksi yang bisa membuat seorang pendidik, tenaga kependidikan, siswa atau warga lainnya bisa memiliki moral yang baik. Penyampaian nasehat juga bisa dilakukan secara klasikal pada rapat dinas atau upacara bendera.

3. Pembinaan Fisik

Bidang jasmani perlu dibina oleh seorang Kepala sekolah. Kesehatan tubuh dan penampilan fisik bisa diperbaiki sehingga menarik bagi peserta didik dalam pembelajaran. Kesehatan jasmani bisa meningkatkan etos kerja dan memperlancar jalannya pembelajaran. Bagi siswa yang fisiknya sehat juga bisa meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilannya.

Selain itu badan yang sehat juga bisa meningkatkan kreatifitas dan aktifitas warga sekolah.

4. Pembinaan Artistic

Artistik berhubungan dengan keindahan dan seni. Kepala sekolah harus bisa membina dan menumbuhkan jiwa seni dalam warga sekolah. Kegiatan yang sesuai adalah festival-festival seni budaya dan bisa juga menyelenggarakan kegiatan wisata-wisata di peninggalan budaya masa lalu. Pembinaan artistik ini bisa meningkatkan keindahan dan kenyamanan dalam lingkungan sekolah.

Monday, 8 April 2019

Pengertian Supervisi


Secara arti harfiah kata supervisi berarti : “pengawasan, penilikan dan penjiwaan”

Sedangkan menurut arti dari bahasa Inggris terdiri dua kata "super" = dari atas dan vision = melihat, atau secara langsung diartikan melihat dari atas atau lebih tinggi. Jadi supervisi jika diterapkan pada kehidupan sehari-hari mempunyai arti cara melihat (mengawasi) yang dilakukan seseorang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi kepada bawahannya atau orang yang mempunyai kedudukan yang lebih rendah. Nama orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. Supervisor mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pengamatan, penelitian dan memberikan penilaian kepada bawahannya sebagai dasar penentuan kebijakan suatu lembaga atau perusahaan dan memberikan jenjang karir kepada bawahannya.

ada 3 mekanisme supervisi yaitu :
a. Penelitian
Supervisor bisa meneliti situasi dan kondisi perusahaan sekaligus pegawai-pegawai yang ada didalamnya, dengan metode pengumpulan data yang akurat dan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Angka-angka yang diperoleh bisa diolah dengan ilmu statistik sehingga bisa dilihat gambaran tentang jalannya perusahaan secara menyeluruh.
b. Penilaian
Data-data yang diperoleh selama penelitian akan diberikan nilai yang objektif melalui pertimbangan-pertimbangan statistik dan intuisi dari supervisor. Penilaian merupakan dasar dari pemberian perbaikan dalam perusahaan.
c. Perbaikan
Dari penilaian yang ada akan terlihat kelebihan dan kekurangan dari dalam perusahaan, yang sudah baik bisa ditingkatkan kinerjanya, sedangkan yang belum baik bisa diperbaiki dengan pemberian penambahan fasilitas dan merubah formasi pegawai agar lebih sesuai dengan kemampuan pegawai.

Dalam bidang pendidikan
Dalam dunia pendidikan biasanya supervisi melibatkan pengawas dari Dinas Pendidikan, Kepala sekolah, Guru Senior dan Staf tata usaha senior : dengan skema : pengawas mensupervisi kepala sekolah, kepala sekolah dan guru senior mensupervisi guru dan Staf TU senior mensupervisi staf TU lainnya lebih junior. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dari guru dan meningkatkan kualitas pelayanan staf tata usaha di sekolah.

Tuesday, 2 April 2019

Pengertian Abilitas


Secara harfiah dari kata “abilitas” mempunyai pengertian sebagai “kemampuan, kecakapan, kepandaian”

Pengertian lainya yang berhubungan dengan diri manusia adalah suatu kemampuan yang menjadi kekuatan atau tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Kemampuan yang dimiliki ini bisa didapatkan dari lahir dan juga melalui pendidikan dan latihan. Kemampuan dan kecakapan yang dimiliki ini bisa menjadi potensi yang bisa membedakan kualitas setiap individu.


Kata lain yang sepadan dengan abilitas adalah kompetensi yang berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu "competence" yaitu kemampuan individu pada bidang yang digelutinya.

Abilitas dalam diri individu bisa di bagi menjadi 2 yaitu :
1. Kecakapan potensial yang berarti yang dia dapatkan dari lahir, kecakapan ini biasanya dari faktor keturunan atau kemampuan dari lahir. Bakat suatu individu biasanya berasal dari kecakapan potensial
2. Kecakapan nyata berasal dari upaya untuk belajar melalui pendidikan atau pelatihan tertentu sehingga ketika lulus mempunyai kompetensi tertentu yang khusus di bidangnya.

Secara umum abilitas mempunyai arti penting dalam meningkatkan produktivitas kerja karena dengan kemampuan dan kecakapan yang dimiliki akan membawa seseorang akan lebih efisien dalam melakukan tugasnya. Maka dari itu perlu ada pendidikan dan pelatihan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan individu untuk terus menjaga abilitasnya pada tugas-tugas tertentu di bidang atau tempat kerjanya. Agar mendapatkan hasil yang maksimal abilitas ini diarahkan sesuai dengan tujuan tertentu agar pekerjaannya lebih efektif dan efisien.

Abilitas yang baik akan menunjukan kinerja yang baik juga. Untuk mengukurnya membutuhkan instrumen-instrumen pengukuran yang valid. Jika di lembaga pendidikan maka ukurannya adalah ujian atau ulangan sebagai syarat kelulusan. Sedangkan bagi perusahaan maka ukuran-ukuran kinerja karyawan menjadi basis data dalam pengambilan keputusan penempatan formasi kerja yang ada.

Friday, 9 November 2018

Iklan


Papan reklame besar di pinggir jalan dan iklan kecil di koran memiliki tujuan sama, yaitu memberi tahu kita tentang produk yang tersedia dan berusaha mempengaruhi kita agar memilih merek tertentu. Awalnya iklan lebih ditujukan untuk lingkungan kecil, namun sekarang iklan melalui televisi mampu menjangkau jutaan orang. Pedagang cli pasar meneriakkan dagangan mereka, sementara toko-toko memasang papan iklan untuk menunjukkan dagangan mereka. Periklanan modern muncul sekitar 150 tahun lalu, ketika pabrik mulai memproduksi barang dalam jumlah banyak. Koran memuat segala macam iklan, mulai dari iklan topi sampai obat-obatan. Kini, periklanan merupakan bagian dari bisnis pemasaran yang meliputi desain produk, persaingan harga, pengepakan, clan etalase toko. Iklan ada di mana-mana. Selain cli televisi dan radio, iklan juga disiarkan melalui rekaman musik, badan kendaraan, serta asap pesawat terbang. Pesan iklan sering memikat kita, tapi tidak semua iklan baik. Hukum melindungi konsumen terhadap iklan yang menyesatkan. Di beberapa negara ada larangan untuk iklan produk yang membahayakan, seperti tembakau dan alkohol.


Peluncuran Produk Baru
Biaya pembuatan iklan sangat mahal. Maka sebelum meluncurkan coklat jenis baru, perusahaan coklat harus yakin bahwa produk mereka menarik orang untuk membeli.
Lembar Panduan Cer1ta (Storyboard)
Sebelum membuat iklan, pengarangnya harus membuat rangkaian gambar dengan urutan adegannya. Bentuknya seperti komik. Pengarang wacana iklan lantas membuat naskah dan semboyan sesuai dengan gambar-gambar itu.
Riset Pasar
Ratusan orang mencicipi coklat dan menjawab beberapa pertanyaan tentang coklat itu, sebelum produk tersebut dijual. Mereka memberikan opini tentang harga, nama, ukuran, dan pembungkusnya. Proses ini disebut riset pasar.
Kampanye
Pengusaha mempunyai dana iklan yang terbatas. Karenanya, sebagian besar iklan ditampilkan dalam bentuk kampanye (kegiatan pemasaran secara serentak di berbagai media). Selama kampanye, iklan hanya ditayangkan pada ruang dan waktu tertentu yang dipilih secara hati-hati. Misalnya, iklan coklat ditayangkan di televisi dalam acara anak-anak pada sore hari. Iklan cetaknya muncul  di majalah remaja.


Iklan Layanan Masyarakat
Program pemerintah dapat disampaikan kepada masyarakat melalui iklan layanan masyarakat, misalnya ajakan untuk disiplin. Poster ini mengingatkan kita agar selalu menjaga kebersihan.
Coca-Cola
Iklan yang sukses membuat suatu produk dikenal, sehingga konsumen membeli dengan menyebut namanya saja. Ciri khas produk terkenal disebut merek. Beberapa merek dijual ke seluruh dunia. Contohnya Coca-Cola yang diciptakan di AS tahun 1886. Sejak awal, pembuat Coca-Cola mengiklankannya secara luas dengan simbol khusus berupa huruf-huruf elegan berwarna merah. Dalam waktu 10 tahun, Coca-Cola sudah sangat terkenal. Bahkan kini merek dagang ini sudah sangat dikenal dalam berbagai jenis abjad.

Thursday, 8 November 2018

Studi Pembelajaran (Lesson Study)


Lesson study berasal dari sistem pendidikan di Jepang, yang disebut dengan istilah Jugyo kenkyuu tahun 1870. Jugyo kenkyuu berasal dari dua kata yaitu Jugyo yang berarti lesson atau pembelajaran dan kenkyuu yang berarti study, atau research yang berarti studi atau penelitian dan/atau pengkajian. Dengan demikian, .Jugyo kenkyuu atau lesson study adalah penelitian atau pengkajian tentang pembelajaran. Lesson study (LS) adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru- guru di Jepang untuk menguji keefektifan pembelajarannya dalam rangka meningkatkan mutu hasil pembelajaran (Garfield, 2006). Makoto Yoshida (2005) adalah orang yang dianggap berjasa besar dalam mengembangkan Jugyo kenkyuu di Jepang. Keberhasilan Jepang menerapkan lesson study pada tahun 199.S, diikuti oleh beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat yang dipopulerkan oleh Catherine Lewis (2004).
Lesson study (LS) adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip kolegalitas scrta mutual learning (saling belajar) untuk membangun learning community. LS bukan merupakan strategi, metode, atau model pembelajaran bagi siswa, melainkan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru secara kolaboratif guna memperbaiki kualitas pembelajaran serta mutu pendidikan.
Berdasarkan uraian tersebut, Saur Tampubolon berpendapat ada tujuh prinsip lesson study yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya, yaitu :
(1) pembinaan profesi pendidik,
(2) pengkajian pembelajaran dan penilaian berbasis kompetensi,
(3) kolaborasi,
(4) berkelanjutan,
(5) mutual learning (berbagi pengalaman belajar),
(6) kolegitas, dan
(7) komunitas belajar.
Sementara itu, Prayekti (2010) mengemukakan bahwa lesson study sangat efektif bagi guru karena memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk :
(1) memikirkan secara lebih cermat tentang tujuan dan materi ajar tertentu yang akan diberikan kepada siswa,
(2) memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk mendukung kepentingan masa depan siswa,
(3) mengkaji hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui In-lajar dari para guru lain (partisipan lesson study),
(4) mempelajari isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus dibelajarkan kepada siswa,
(5) mengembangkan keahlian dalam pembelajaran, baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun pelaksanaan kegiatan pembelajaran,
(6) membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial, dan
(7) mengembangkan the eyes to see students, yaitu dengan menghadirkan para pengamat/observer, agar perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas.
Sedangkan tujuan lesson study antara lain :
(a) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru membelajarkan (fasilitator),
(b) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran,
(c) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif,
(d) membangun sebuah pengetahuan pedagogis.
Manfaat lesson study bagi guru menurutnya adalah sebagai berikut :
(1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kinerjanya,
(2) guru dapat memperoleh umpan baik dari anggota/ komunitas lainnya, dan
(3) guru dapat mempublikasikan serta mendiseminasikan hasil belajar dari lesson study.
Lesson study di Indonesia dilaksanakan melalui tiga tahap (Saito, et al, 2005) berikut :
(1) tahap merencanakan (plan), yaitu perencanaan pembelajaran dan penyiapan media/alat pembelajaran,
(2) tahap pelaksanaan (do), yaitu pelaksanaan pembelajaran dan pengamatan oleh teman sejawat, dan
(3) tahap perefleksian (see) secara bersiklus dengan teman sejawat dan berkelanjutan atau LS = Plan + Do + See; seperti tersaji pada Bagan berikut ini.


Pada prinsipnya, tidak ada perbedaan antara pembelajaran rutin dan pembelajaran dalam konteks open house (dihadiri oleh observer). Hanya dalam lesson study ada pengamatan dan refleksi.

Monday, 27 October 2014

Harapan Menteri yang Baru

Mungkin naif rasanya untuk menulis tema ini, karena tulisan ini hanya ada di blog dan nggak kira dibaca juga oleh menteri yang bersangkutan. Tapi setelah dilantiknya Bapak Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah memunculkan sebuah harapan yang besar bagi kami para guru diseluruh Indonesia untuk segera memperbaiki keadaann pendidikan di Indonesia saat. 
Melihat "track record" nya sampai saat ini, saya rasa integritas dan kapabilitas menteri kita yang satu ini tidak perlu diragukan lagi. Maka dari itu banyak sekali harapan yang ingin saya sampaikan ke pundaknya. Berikut ini harapan-harapan itu.

1. Dalam sejarah baru kali ini Kementerian Pendidikan di pecah menjadi dua antara pendidikan dasar & menengah dengan pendidikan tinggi. Dengan perubahan ini diharapkan kerja kementerian lebih fokus. Khusus untuk pendidikan dasar dan menengah memang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki. Karena pondasi utama pendidikan di Indonesia ada di sini. Sarana prasarana yang selama ini masih terbatas dan rusak, masih banyak daerah terutama di kawasan timur Indonesia dan daerah pedalaman belum ada sekolah dasar dan menengah yang memadai, selain itu sekolah yang adapun masih dalam keadaan rusak bahkan ada yang mau runtuh. 

2. Meningkatkan jumlah guru untuk ditugaskan di daerah-daerah yang terpencil, karena selama ini guru hanya terpusat di daerah-daerah yang sudah mapan, seperti di Jawa. Perlu diperbanyak pendidikan profesi guru yang mewajibkan calon guru mengabdikan dirinya di daerah tersebut sebelum dia mendapat sertifikat pendidik. 

3. Perlu ada restrukturisasi dan penataan ulang tentang sekolah negeri dan swasta. Pada saat ini tidak ada bedanya sekolah negeri dan swasta, karena baik sekolah negeri dan swasta dibiayai BOS, sehingga banyak sekolah swasta yang menjamur pada beberapa daerah karena adanya dana BOS tersebut. Hal ini menyebabkan banyak sekolah negeri yang kesulitan memperoleh murid dan terancam ditutup kegiatannya.

4. Kurikulum 2013 perlu dikaji ulang, atau minimal diperbaiki pelaksanaannya. Dengan berbagai masalah didalamnya, misalnya: sumber daya manusia guru yang belum siap, penilaian yang rumit, buku ajar yang terlambat datang dll, perlu rasanya solusi secepatnya mengatasi hal tersebut. Kalau perlu saya rasa kurikulum yang lebih "membumi" dan lebih khas Indonesia, bukan yang "mencontek" langsung kurikulum dari luar negeri.

5. Desentralisasi pendidikan. Untuk satu hal ini saya sangat berharap dilakukan, karena dengan luas Indonesia dan jumlah suku bangsa, latar belakan agama, kondisi alam serta strata sosial yang berbeda sangat perlu adanya ruang bagi setiap daerah (minimal provinsi) untuk bisa "berimprovisasi" atau menyesuaikan isi kurikulum sesuai dengan kondisi daerah setempat. Sehingga diharapkan bisa memaksimalkan potensi dan sumber daya di daerah.

6. Solusi terhadap ujian akhir sekolah atau biasanya disebut Ujian Nasional (UNAS) yang selama ini jadi polemik bagi guru dan siswa. Tujuan pelaksanaanya harus diperjelas untuk "kelulusan" atau "pemetaan". Karena pembalajaran adalah "proses" maka tidak perlu UNAS itu sebagai penentu kelulusan, cukup pendidikan berbasis proses dengan sistem pembelajaran tuntas siswa bisa melalu setiap jenjang pendidikan dengan teratur tanpa dihantu UNAS. Kalaupun masih diperlukan UNAS maka tujuannya hanya sebagai "pemetaan" kondisi pendidikan di Indonesia, artinya dari hasil Unas tersebut pemerintah tahu mana daerah yang perlu peningkatan pendidikan mana daerah yang sudah maju pendidikannya. 

7. Pendidikan karakter. Memang sudah lama pendidikan karakter di  dengung-dengungkan, tetapi masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan sulitnya mencari contoh yang konkrit dalam kehidupannya. Jadi nilai-nilai kejujuran itu harus di tanamkan dari siswa, guru, kepala dinas sampai dengan menteri. 

Itulah harapan-harapan saya kepada menteri pendidikan yang baru. Semoga bermanfaat.

Thursday, 23 October 2014

Guru yang cepat keluar kelas

Setiap hari saya mengajar, setiap hari saya masuk kelas, mengajar ilmu yang saya kuasai. Mengajar harusnya seperti pribahasa "home sweet home" yang bisa diplesetkan menjadi "class sweet class" atau kelasku surgaku. Artinya di dalam kelas kita merasa nyaman dan betah. Kita memberikan keceriaan, semangat dan keindahan kepada murid kita. Mereka akan mencari kita bila kita tidak ada, karena mereka merindukan pelajaran kita.

Tapi kenyataan terbalik, kalau jam pelajaran berganti kita seperti akan masuk "neraka", terbayang anak-anak yang nakal di dalamnya, terbayang bahwa kita belum siap materi, terbayang nanti anak-anak tidak memperhatikan kita. Pokoknya bel pergantian kelas itu adalah panggilan yang paling tidak diinginkan di sekolah. Kalau bel benar-benar berbunyi..kringggg.... maka hati kita deg... waduh sudah bel. Karena fikiran negatif sudah merasuk dalam diri kita, maka kita akan berusaha mengulur-ulur waktu masuk kelas, mencari kesibukan apalah yang bisa menunda masuk kelas. Lumayan 10 atau 20 menit baru masuk kelas, parahnya lagi kita baru berangkat  ke kelas kalau ada siswa yang menyemput kita.

Lalu bagamana kalau sudah masuk kelas ?. Di kelas benar-benar tidak nyaman, ingin rasanya segera keluar. Setelah mulai pelajaran dengan sedikit penerangkan materi, maka kata-kata "sakti" akan muncul, "anak-anak buku LKSnya ya", "kerjakan halaman 10 sampai 11". Pasti siswa akan ditinggal keluar kelas setelah itu.

Lalu bagaimana mengatasi "Guru yang cepat keluar kela" ? Sebenarnya masalah utamanya adalah persiapan seorang guru dalam pembelajaran. Persiapan di sini bukan hanya menhafalkan materi pelajaran, tetapi juga harus membuat skenario pembalajaran, model pembejalaran, media pembelajaran sampai pada penilaian. Mungkin tipsnya bisa diuraikan sebagai berikut:

1. Malam hari sebelum besok mengajar kita harus meluangkan waktu menelaah RPP atau rencana pembelajaran. Siapkan semua yang berkaitan dengan model, materi, media sampai pada penilaian.

2. Perbanyak membaca buku, jadi misalnya sudah kehabisan bisa mencari bahan lain yang mungkin bisa menambah pengetahuan siswa pada tema yang sedang dibahas.  

3. Buatlah media pembelajaran yang bagus dan bisa membuat siswa aktif.

4. Buatlah skenario pembelajaran yang bisa membuat siswa tertarik dalam mengikuti pelajaran.

5. Koreksi semua tugas, ulangan atau portofolio siswa, kemudian kembalikan hasil pekerjaan mereka beserta nilainya. Nilai yang kita buat itu bisa meningkatkan semangat siswa sehingga kita juga semangat mengajar.

6. Buatlah agenda guru yang baik sehingga kita bisa mengetahuai masalah-masalah yang kita hadapi selama mengajar.

7. Usahakan selalu berfikir bahwa menjadi guru itu bukan pekerjaan, tetapi sebuah pengabdian yang mulia  untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Saturday, 11 October 2014

Menjadikan Siswa Bermartabat

Setelah membaca sebuah buku, saya jadi teringat ketika mengajar di kelas. Saya sering kali berupaya membangkitkan minat siswa dengan melucu, berusaha membuat siswa tertawa dan tertarik kepada pribadi saya. Tetapi kelaucuan itu muncul dengan sedikit "menyindir" atau "mempermalukan" siswa yang mempunyai "kekurangan". Contoh Kalimatnya seperti ini, "Anak-anak, kamu tahu tidak bahwa hari ini  ? Si Ari dapat nilai paling baik, tapi dari bawah" . Bisa dibayangkan setelah kalimat itu, "Si  Ari" pasti merasa dipermalukan. Kata "Baik, tapi paling bawah" yang merupakan ironi membuat temannya tertawa sambil tepuk tangan, tapi bagi Ari ini menyakitkan. Tapi sebagai guru sering saya melakukan hal itu. Pengakuan yang jujur, dan saya ingin tobat. 

Semua siswa yang kita ajar, mereka itu adalah manusia yang mempunyai martabat. Maka dari itu kita wajib untuk menghormatinya. Tugas seorang guru menjaga martabat itu agar tetap ada dalam diri siswa yang diajarnya, meskipun siswa tersebut mempunyai kekurangan, bahkan meskipun dia anak nakal masih kita perlu hormati martabatnya.

Mempermalukan atau merendahkan martabat bisa membuat siswa menjadi tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Seorang guru perlu untuk pandai dalam menjaga hal ini. Bahkan seorang guru harus menghargai dan meningkatkan martabat setiap muridnya. Maka dari itu perlu ada usaha dari guru untuk emalakukan hal tersebut.

1. Di dalam kelas guru harus memperhatikan setiap prilaku dan sifat muridnya. Jadi seorang guru tahu bagaimana teknik berkomunikasi dengan siswa tersebut. Bagi siswa yang pintar kita bisa dekati dengan memberikan ilmu pengetahuan tambahan kepada mereka, bagi siswa yang nakal bisa kita dekati dia dengan tegas tetapi tetap tidak menyinggung martabat dia. Mungkin kita bisa memperingatkan di saat melakukan pelanggaran, atau memanggil siswa itu "face to face" untuk mendalami masalah yang mereka hadapi dlam kehidupannya.

2. Cobalah untuk menyampaikan candaan atau humor yang cerdas, Jangan bercanda yang berhubungan dengan fisik, sara dan kondisi siswa. Karena bercanda pada saat pembelajaran bisa menyakiti hati siswa. Humor yang baik bisa kita cari di media massa, misalnya majalah, koran dan website di Internet.

3. Pikirkan bahwa mengajar itu untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, dimana setiap siswa bisa memperbaiki hidupnya dengan belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi kita harus berupaya untuk membangkitkan jiwa siswa agar dia tahu bahwa dia punya jati diri, harga diri dan mertabat yang membuat mereka dihormati dan harus menghormati orang lain. Berikan selalu pujian-pujian kepada siswa, kurangi aura negatif dan tambah terus aura positif. Dekati siswa dengan lembut dan buatlah dia nyaman dalam kehidupannya di sekolah.

Jika hal-hal di atas kita lakukan maka diharapkan siswa bisa "bangkit", bisa lebih bersemangat dalam belajar. Karena dia sudah menemukan dirinya itu "siapa" yaitu manusia yang bermartabat yang selalu ingin menambah ilmu pengetahuan dan memperbaiki prilakunya.


Blog saya yang lain