Saturday, 29 June 2019

Soal Pilihan Ganda USBN Seni Budaya SMP 2019


1. Banyaknya alat musik yang memiliki fasilitas serta perangkat yang beragam menjadikan jenis-jenis lagu populer di Indonesia berkembang sesuai aliran musiknya antara lain lagu pop yang disajikan secara solo dan grup, lagu rock, dan lagu dangdut, selain ketiga jenis aliran tersebut di bawah ini juga tergolong jenis lagu populer di Indonesia adalah....
A. lagu mandarin       C. lagu daerah
B. lagu jazz                 D. lagu langgam
2. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari salah satu lagu populer antara lain:
a) Memiliki banyak pendengar
b) Bersifat komersial
c) Berkeinginan untuk memiliki daya tank massa
d) Tema lagu tentang kehidupan sehari-hari
Jenis lagu yang memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah ....
A. lagu pop                 C. lagu jazz
B. lagu dangdut         D. lagu rock
3. Permainan musik yang disajikan oleh beberapa orang pemain yang membawakan lagu bersama-sama serta semua pemain bermain gitar, sajian musik ini disebut....
A. permainan musik kelompok
B. permainan ansambel sejenis
C. permainan ansambel campuran
D. permainan ansambel musik modem
4. Keberhasilan bermain musik ansambel jika pemainnya memainkan alat musik sesuai dengan perhitungan atau ketukannya yang tepat artinya pemain harus menguasai....
A. kedisiplinan
B. lancar membaca notasi
C. terampil memainkan alat musik
D. kekompakan dan kerja sama yang baik
5. Perhatikan tabel di bawah ini !

Ciri-ciri vokal group dari bagan di atas adalah....
A. I       B. II      C. III     D. IV
6. Sajian vokal group yang menyita perhatian adalah tentang aransemen lagunya, berikut ini adalah langkah- langkah aransemen lagu antara lain:
a) Mencari melodi utama dari lagu yang dipilih
b) Memecah suara
3) Memberi nada untuk setiap suara
4) Improvisasi lagu
Untuk melengkapi langkah-langkah dalam mengaransemen lagu seperti di atas adalah...
A. mencari nada dasar lagu
B. menentukan birama lagu
C. mencari akor atau harmoni
D. mencari tanda kunci
7. Perhatikan penggalan lagu "Mengheningkan Cipta" berikut inl !

Birama lagu tersebut adalah....
A. Do = C
B. 4/4
C. Largissimo
D. * O * 0
8. Alat musik ini awalnya berkembang di Maluku, namun melalui sebuah akulturasi budaya alat musik tersebut juga mulai berkembang di Papua. Jika dilihat dari sumber suaranya alat musik tersebut termasuk dalam membranophone, alat musik yang dimaksud adalah....
A. kolintang               C. tifa
B. sasando                  D. gamelan
9. Perhatikan gambar di bawah ini !

A. I dan II                    C. Ill dan IV    
B. II dan III                  D. I dan IV      
10. Berikut ini adalah hal-hal yang harus benar-benar dipahami dan disiapkan seorang vokalis yang akan bernyanyi secara solo yaitu warna suara/timbre, wilayah nada, teknik vokal dan teknik pernapasan. Bunyi atau suara setiap siswa berbeda dengan siswa yang lain karena getaran pita suaranya disebut....
A. wama suara/timbre                     C. teknik vokal
B. wilayah nada                     D. teknik pernapasan
11. Perhatikan gambar tuts piano di bawah ini!

Memiliki batas wilayah nada C - F’ artinya mampu mencapai nada tinggi sebanyak....
A. 11 nada tinggi                   C. 6 nada tinggi
B. 8 nada tinggi                     D. 4 nada tinggi
12. Bernyanyi yang baik diawali dengan sikap yang baik pula, berikut ini cara-cara berdiri yang baik adalah:
1) Badan tegak dan rileks, kaki dibuka sedikit V
2) Badan agak membungkuk ke depan, kaki tertutup
3) Dada dibusungkan tetapi tetap rileks
4) Pandangan tertuju ke semua arah
5) Pandangan lurus ke depan
6) Posisi tangan rileks di samping kiri dan kanan
7) Telapak tangan mengarah ke depan
8) Berat badan bertumpu di kedua kaki dengan seimbang
Pernyataan yang benar terdapat pada nomor....
A: 1,2, 3, 4, dan 8      C. 1, 3, 5, 6, dan 8
B. 4, 5, 6. 7, dan 8     D. 3, 4, 6, 7, dan 8
13.  Berdasarkan cara memainkannya, alat musik dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu alat musik tiup, gesek, pukul, petik, dan tekan. Karakteristikkan gambar alat musik di samping berdasarkan sumber bunyinya secara urut dengan tepat adalah....

A. idiophone, chordophone, membranophone
B. elektrophone, aerophone, idiophone
C. aerophone, idiophone, chordophone
D. membranophone, aerophone, idiophone
14. Salah satu cara dalam menganalisis sebuah lagu daerah adalah melalui lirik lagu yang digunakan. Karena salah satu ciri dari lagu daerah adalah menggunakan lirik dari bahasa daerah setempat. Jika dilihat dari liriknya lagu di bawah ini berasal dari....

A. Sumatera Barat
B. Aceh
C. Riau
D. Sumatera Utara
15. Salah satu fungsi dari lagu daerah adalah sebagai media dalam upacara adat. Di Sunda terkenal dengan upacara sereh taun yaitu upacara adat panen padi yang dilakukan setiap tahun. Dalam perhelatan ini alat musik yang memegang peran penting adalah....
A. kolintang               C. gamelan
B. seruling                  D. angklung
16. Dalam kegiatan mengaransemen lagu daerah dengan dua suara atau lebih secara berkelompok dibutuhkan pemahaman dalam pembagian nada untuk setiap suara. Jika sebuah partitur akan diaransemen untuk vokal pria dan wanita, maka untuk vokal wanita dibuat dengan susunan 2 suara adalah....
A. sopran dan alto    C. alto dan bas
B. tenor dan bas        D. sopran dan tenor
17. Dalam membawakan lagu secara vokal group dapat dibawakan secara berkelompok dengan berbagai gaya. Salah satu gaya yang bisa kita terapkan seperti partitur di bawah ini adalah....

A. kanon                     C. vokal group
B. acapella                  D. paduan suara
18. Menggambar model adalah kegiatan menggambar berdasar model yang ada di hadapan kita. Objek dalam menggambar model terdiri dari satu/beberapa benda dengan penataan yang menarik. Di bawah ini adalah obyek benda berbentuk....

A. kubisme                 C. silindris
B. campuran              D. botol
19. Pola ragam hias adalah susunan dari suatu aturan tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu. Beberapa bentuk pola ragam hias tersebut dapat berupa pola ragam hias memojok, memusat, beraturan dan menyudut. Contoh gambar di bawah ini termasuk dalam pola ragam hias....

A. memusat               C. menyudut
B. beraturan               D. memojok
20. Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan dan keberagaman, salah satunya dapat dilihat dari ragam hias yang ada di beberapa daerah. Salah satu keunikannya yaitu pada ragam hias figuratif, di bawah ini yang termasuk ragam hias dengan pola simetris adalah....

21. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan alam, flora, fauna dan manusia. Menggambar ragam hias dapat dengan cara stilasi, definisi dari stilasi adalah....
A. perubahan bentuk
B. penggayaan
C. perusakan motif
D. pengembangan motif
22. Saat pembelajaran ragam bentuk benda, seorang siswa membawa sebuah contoh benda ke depan kelas sedangkan teman yang lain memperhatikan dengan seksama. Berdasarkan hasil pengamatan benda tersebut termasuk jenis bentuk....
A. kubistis                  C. silindris
B. bebas                      D. kerucut
23. Teknik yang dapat kita gunakan dalam menggambar bermacam-macam, contohnya adal. ah teknik aquarel, arsir, dusel, blok dan Iain-Iain. Contoh gambar di bawah menggunakan teknik....

A. transparan             C. blok
B. arsir                       D. dusel
24. Kata ilustrasi berasal dari bahasa latin ilustrate yang berarti menjelaskan. Dalam bahasa Inggris yaltu ilustration yang berarti menghiasi dengan gambar. Definisi gambar ilustrasi adalah...
A. gambar yang berfungsi sebagai penghias serta membantu menjelaskan suatu teks, kalimat, dan lain-lain pada buku majalah atau koran
B. gambar sebagai pendukung materi dalam suatu penerbit
C. gambar yang fokus pada fungsi hias saja
D. gambar yang berfungsi sebagai penjelas suatu peristiwa dalam cerpen
25. Gambar di bawah ini salah satu contoh gambar ilustrasi jenis ....

A. komik strip           C. poster
B. kartun                    D. karikatur
26. Menggambar poster dengan bahan cat poster, maka teknik yang tepat adalah....
A. pointilis                  C. plakat
B. aquarel                   D. arsir
27. Gambar ilustrasi dapat dibuat dalam bentuk cerita bergambar, kartun, komik, dan Iain-Iain. Jelaskan definisi komik!
A. Menunjukkan karakter yang dilebih-lebihkan
B. Berupa tokoh manusia atau hewan
C. Rangkaian gambar yang saling melengkapi dan memiliki cerita
D. Berisi cerita humor yang menghibur
28. Kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh adalah pengertian
A. melukis                  C. membatik
B. menggambar         D. mematung
29. Affandi adalah seorang seniman lukis Indonesia yang terkenal. Semua karya lukisan Affandi mempunyai ciri khas spontan dan sesuai dengan keadaan jiwanya. Gambar karya Affandi masuk ke aliran seni lukis ....

A. impresionisme      C. ekspresionisme
B. kubisme                 D. naturalisme
30. Perhatikan gambar di bawah ini!

Dari beberapa jenis patung di atas, nomor berapakah yang menggunakan teknik cetak?
A. 1                 C. 3
B. 2                  D. 4
31. Seorang seniman gratis pergi ke toko bangunan untuk membeli papan hardboard untuk membuat karya grafis. Jika bahan yang digunakan papan hardboard maka teknik yang digunakan dalam berkarya adalah....
A. cetak saring           C. cetak dalam
B. cetak datar                        D. cetak tinggi
32. Kegiatan memperbanyak gambar dengan alat cetak/acuan/klise merupakan pengertian....
A. seni grafis              C. seni patung
B. seni lukis                D. gambar
33. Dilihat dari perwujudan atau jenisnya, ragam seni patung dapat dibedakan menjadi tiga. Gambar di bawah ini merupakan jenis patung....

A. figuratif                  C. abstrak
B. non figuratif          D. deformatif
34. Ani merupakan siswi SMK jurusan DKV, Ani ingin membuat karya seni grafis seperti gambar di bawah ini. Maka teknik yang digunakan adalah ....

A. cetak tinggi
B. cetak saring
C. cetak dalam
D. cetak datar
35. Dalam berkarya seni grafis cetak saring ada beberapa alat yang harus kita sediakan. Gambar di bawah ini mempunyai fungsi …

A. meratakan
B. mencukil
C. meratakan warna
D. obat afdruk
36. Siswa dan siswi kelas sembilan mempunyai banyak karya seni rupa, dan mereka ingin mengkomunikasikan, memperkenalkan, memperlihatkan, dan memajangkan hasil karyanya untuk diamati, dihayati, dan diapresiasi orang lain. Kegiatan tersebut merupakan....
A. pameran                C. konser
B. pagelaran               D. festival
37. Seorang penikmat seni menghadiri sebuah pameran. Karya yang dipamerkan hanya karya lukis Maka pameran tersebut merupakan jenis pameran....
A. homogen               C. kelompok
B. heterogen              D. individu
38. Saat praktik menyanyikan sebuah lagu, seorang guru membagikan partitur lagu seperti di samping. Jika melihat partitur tersebut termasuk dalam teknik bernyanyi secara …

A. berkelompok
B. canon
C. SATB (4 suara)
D. unisono
39. Pemapasan adalah salah satu faktor pendukung agar dapat bernyanyi dengan baik. Saat praktik pemapasan, guru menjelaskan bahwa pernapasan dikatakan tepat jika sekat rongga badan menegang (perbatasan dada dan perut). Teknik tersebut disebut dengan pernapasan....

A. dada
B. diafragma
C. perut
D. dada dan perut
40. Saat mempraktikkan alat musik sederhana, seorang guru memainkan recorder hanya dengan menutup bagian ibu jari kiri dan jari telunjuk sebelah kiri. Coba tentukan nada apa yang dimaksud!

A. F
B. D
C. C
D. B

Sunday, 16 June 2019

Pengertian Puisi


Definisi atau pengertian puisi sudah banyak dikaji oleh para ahli. Kali ini kita akan menyajikan beberapa definisi tentang puisi untuk memperkaya wawasan kita. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, puisi diartikan sebagai ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik atau bait.
Luxembourg (1984:175) (dalam Supriyadi,dkk:1993) diantaranya menyebutkan bahwa puisi adalah teks monolog yang isinya bukan pertama-tama merupakan sebuah alur. Menurut Waluyo (1987:25) (dalam Supriyadi, dkk: 1993), puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif. Sebuah puisi merupakan curahan hati penyair terhadap apa yang dirasakan, dilihat, dipikirkan dengan menggunakan kata. Penyair atau penulis puisi berusaha berkomunikasi dengan pembacanya.
Perkembangan puisi di Indonesia
Selama perkembangannya karya sastra Indonesia telah banyak mengalami perubahan. Pada abad ke-20 perubahan itu terjadi pula pada puisi. Oleh karena itu kita mengenal puisi lama dan puisi baru. Puisi yang diciptakan sebelum abad ke-20 dinamakan puisi lama. Puisi yang diciptakan setelah abad ke-20 disebut puisi baru.
Puisi baru terlahir sebagai bentuk pembebasan sifat-sifat yang dimiliki oleh puisi lama. Para penyair merasa ide kreatifnya dibatasi oleh sifat-sifat puisi lama. Puisi baru membawa angin kebebasan bagi para penyair yang haus akan kebebasan. Kebebasan pada puisi baru mencapai puncaknya saat dipublikasikannya puisi-puisi Chairil Anwar. Puisi-puisi karya Chairil Anwar telah benar-benar melepaskan diri dari tradisi dan aturan-aturan yang terdapat pada puisi lama. Hal ini menandakan puisi modern yang diawali pada masa Chairil Anwar mulai populer. Perkembangan puisi setelah Chairil Anwar tidak banyak lagi mengedepankan tema-tema perjuangan, kepahlawanan atau kecintaan pada tanah air. Pada tahun 1966 muncul puisi yang bercirikan protes sosial dan protes terhadap dunia politik.
Puisi angkatan 66 sangat memperhatikan unsur keindahan, mengandung pesan yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara sastra. Keadaan sosial bangsa Indonesia dan kebijakan-kebijakan politik yang ada pada masa itu turut mengilhami para penyair untuk membuat puisi-puisi sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan, kemiskinan, kebijakan pemerintah dan sebagainya.
Puisi tidak lagi mengedepankan tema-tema protes sosial dan politik pada era 70-an. Tetapi lebih mengedepankan eksperimentasi atau percobaan dengan tujuan untuk lebih mengembangkan khasanah kekayaan puisi di Indonesia. Uji coba yang dilakukan adalah berusaha membuat puisi yang terlepas dari bahasa yang terlalu kaku dan umum, agar dapat menciptakan pengalaman yang utuh dan tepat. Puisi-puisi yang dihasilkan melalui uji coba (eksperimen) memberikan kebebasan pada pembacanya untuk berimajinasi tentang isi puisi tersebut.

Jenis Karya Sastra


Sastra Indonesia yang kita kenal dapat dikelompokan menjadi 2 kelompok, yaitu sastra lama dan sastra baru. Sastra lama adalah sastra yang diciptakan sebelum abad ke-20, sedangkan sastra baru atau sastra modern adalah sastra yang lahir setelah abad ke-20. Sastra lama disebut juga sastra tradisional oleh Umar Yunus, menurutnya sastra tradisional ini merupakan sastra yang belum pernah mendapat pengaruh dari barat, sastra baru atau sastra modern sudah mendapat pengaruh dari Barat. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra. Selain puisi terdapat macam-macam karya sastra lain. Karya sastra tersebut, antara lain prosa rekaan dan drama.

1. Prosa Rekaan
Di bidang sastra, prosa sering dihubungkan dengan kata fiksi, kata fiksi berarti khayalan atau imajinasi. Imajinasi artinya tidak berdasarkan pada kenyataan, tetapi pada prakteknya, sebuah karya sastra yang berwujud prosa dapat tercipta berdasarkan gabungan antara kenyataan dan khayalan. Atas
dasar itulah istilah prosa rekaan digunakan. Melalui prosa rekaan, sastrawan dapat menyampaikan pikiran, perasaan dan keinginan kepada pembaca. Sebelum pembahasan selanjutnya, marilah kita kaji pengertian prosa rekaan terlebih dahulu. Menurut Aminuddin (1984:59, dalam Wahyudi Siswanto 2008) prosa rekaan didefinisikan sebagai kisah atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu, dengan peranan, latar dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya (dalam kenyataan) sehingga menjalin suatu cerita. Jika pengertian prosa rekaan tersebut disederhanakan, maka dapat dikatakan bahwa prosa rekaan adalah suatu cerita atau kisah yang mengandung unsur-unsur intrinsik dan unsur-unsur ekstrinsik yang dapat dinikmati oleh pembaca.
2. Drama
Menurut Sudjiman (1990) drama adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan tikaian dan emosi lewat lakuan dan dialog drama dimasukan kedalam teks karya sastra, yaitu teks drama. Selain itu drama dimasukan kedalam seni teater yaitu pertunjukan drama. Unsur-unsur drama berbeda dengan teks drama. Unsur-unsur teks drama hampir sama dengan prosa rekaan yaitu plot, tokoh, watak dan penokohan latar cerita, gaya bahasa, dan tema atau nilai. Didalam drama terdapat dialog antartokoh. Berdasarkan masa-masanya, drama dibagi menjadi dua yaitu drama tradisional dan drama modern.
Drama tradisional/drama rakyat adalah drama yang lahir dan diciptakan masyarakat tradisional, biasanya digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, misalnya menyambut datangnya panen, menyambut tamu atau mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Contoh drama tradisional di Indonesia adalah wayang kulit, wayang golek, ludruk, ketoprak, tari topeng. Drama modern adalah drama yang lahir pada zaman masyarakat industri. Ceritanya selalu berkembang dan tidak selalu merujuk pada cerita lain. Bentuk drama modern seperti dramatisasi, drama puisi, drama absurd, opera, atau sendratari

Friday, 24 May 2019

Pengertian, Kegiatan dan Manfaat Apresiasi Sastra


Beberapa tokoh telah mencoba mendeskripsikan pengertian apresiasi sastra. Pengertian apresiasi sastra yang dikemukakan oleh Sofyan Zakaria adalah "Kegiatan memahami cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga menimbulkan pengertian dan penghargaan yang baik terhadapnya." (198:6). Sedangkan Panuti menyatakan bahwa "Apresiasi Sastra ialah penghargaan terhadap karya sastra yang didasarkan pada pemahaman." (1984:8). Dari pernyataan-pernyataan diatas disimpulkan bahwa apresiasi sastra adalah kegiatan menanggapi, menghargai, hasil karya sastra dengan melibatkan emosi setelah dipahami terlebih dahulu.
1. Kegiatan-kegiatan apresiasi sastra
Kegiatan-kegiatan apresiasi sastra terbagi menjadi 2 bagian yaitu kegiatan apresiasi langsung, dan kegiatan apresiasi tidak langsung atau panjang.
a. Kegiatan apresiasi langsung
Kegiatan apresiasi langsung merupakan kegiatan apresiasi yang sebenarnya. Dalam kegiatan apresiasi langsung ini kita mengalami dan mengenal karya sastra secara langsung. Kegiatan ini dilakukan secara sadar untuk menghargai dan menilai karya sastra. Contohnya adalah membaca karya sastra, mendengarkan karya sastra dibacakan atau dilakukan, menonton pementasan drama.
1) Membaca Karya Sastra
Kegiatan membaca karya sastra dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh perasaan hingga diperoleh suatu pemahaman. Dengan membaca karya sastra diharapkan kita dapat merasakan sendiri pengalaman dan perasaan sang penulis karya sastra tersebut. Jika setelah membaca puisi kita merasa terharu dengan kemalangan gadis peminta-minta seperti yang dirasakan oleh sang penulis puisi, merasa seolah-olah mengalami pengalaman yang sama seperti yang dialami sang penulis puisi, merasa tergugah dengan puisi tersebut, maka kita sudah mulai melakukan apresiasi terhadap puisi tersebut.
2) Menyimak karya sastra dibacakan atau dilakukan
Kegiatan menyimak karya sastra dibacakan atau dilakukan bisa dengan berbagai cara, misalnya kegiatan mendengarkan pembacaan sebuah puisi, pembacaan sebuah cerpen dan mendengarkan sebuah sandiwara yang disiarkan di radio.
3) Mendengarkan karya sastra dibacakan/dilakukan
Kita dapat melakukan kegiatan karya sastra dibacakan atau dilakukan dengan cara mendengarkan pembacaan puisi, pembacaan cerpen, atau mendengarkan sandiwara radio. Misalnya Anwar sedang mendengarkan pembacaan sebuah cerpen terjemahan. Setelah terilhami oleh cerita itu Anwar merasa memiliki keberanian dalam berteman. Anwar dapat memetik pelajaran bahwa meskipun banyak memiliki kekurangan, Anwar harus percaya diri dan berusaha keras untuk meraih cita-citanya. Anwar merasa kagum terhadap pengarang yang telah berhasil menggugah perasaan dan pikiran pembaca. Pengarang berhasil memberi ide dalam menggugah kesadaran pendengar akan suatu keberanian dan kegigihan.
4) Menonton pementasan drama
Kegiatan menonton pementasan drama sandiwara dapat dilakukan di panggung tertutup dan terbuka ataupun televisi dan bioskop. Drama merupakan gabungan dari berbagai seni dan termasuk hasil karya yang dapat diapresiasikan karena naskahnya termasuk karya sastra. Jika menonton dengan sungguh-sungguh sehingga perasaan daya khayal, pikiran kita tergugah, maka kita sudah dapat dikatakan melakukan apresiasi sastra.
b. Kegiatan Apresiasi Tidak Langsung
Kegiatan apresiasi tidak langsung merupakan kegiatan yang dapat membantu meningkatkan kegiatan apresiasi langsung misalnya:membaca teori sastra, membaca kritik dan essai sastra, mendeklamasikan karya sastra, memerankan tokoh dalam drama, menulis puisi, cerpen, novel, dan naskah drama. Selain kegiatan-kegiatan tersebut membaca biografi para sastrawan dapat dikategorikan dalam kegiatan apresiasi sastra secara tidak langsung. Peningkatan terhadap pengenalan, pengalaman, pemahaman,penalaran dan pengertian yang bersifat teoritis menandakan bahwa apresiasi kita terhadap karya sastra pun meningkat.
2. Manfaat apresiasi sastra
Apresiasi terhadap sastra memiliki 4 manfaat yaitu manfaat estetik, manfaat pendidikan, manfaat memperluas wawasan, manfaat psikologis, keempat manfaat tersebut dapat diperoleh sekaligus dalam satu kegiatan apresiasi atau hanya salah satunya dalam satu kali apresiasi.
a) Manfaat estetik
Manfaat estetik adalah manfaat yang dirasakan oleh seorang pelaku apresiasi sastra (apresiator) karena hasil karya sastra yang diapresiasi memiliki keindahan. Karena keindahan suatu hasil karya sang apresiator merasa puas dan lebih peka perasaannya.
b) Manfaat pendidikan
Manfaat apresiasi sastra yang dapat kita peroleh berkaitan dengan pendidikan sangat dipengaruhi oleh tema sebuah karya sastra (misalnya puisi). Puisi yang bertemakan ketuhanan akan memberikan pelajaran tentang penyembahan kepada Tuhan. Pendalaman keagamaan serta mengajarkan tentang moral, puisi yang bertemakan kemiskinan akan mengajarkan rasa empati, welas asih dan kedermawanan bagi apresiator.
c) Manfaat memperluas wawasan
Seorang apresiator puisi akan memperoleh wawasan yang luas terhadap berbagai hal. Misalnya setelah mengapresiasi puisi berjudul sajak seorang bapak kepada anaknya. Karya Sangubanyu - Purworejo, apresiator akan merasa bahwa di dalam hidup ini pasti terjadi persaingan, dan kegagalan bukanlah sesuatu yang harus dijauhi dan ditakuti.
d) Manfaat psikologis
Manfaat psikologis diperoleh apresiator ketika ia mendapatkan pecahan dari masalah yang sedang dihadapinya atau meringankan beban seorang apresiator.

Fungsi Bahasa Indonesia


Secara umum bahasa Indonesia digunakan untuk alat komunikasi budaya serta ilmu pengetahuan. Kebudayaan yang beraneka ragam disebabkan beraneka ragamnya suku bangsa. Peran dan fungsi bahasa yang seragam untuk menyatukan setiap perbedaan ini sangat diperlukan sebagai alat komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman atau ketidakcocokan dalam penafsiran makna. Bahasa Indonesia juga sangat diperlukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Dapatlah dibayangkan jika dalam suatu negara tidak terdapat bahasa nasional, maka bagaimana mungkin peradaban dan ilmu pengetahuan akan semakin maju.
Bahasa Indonesia sangat berperan dalam mengungkapkan suatu perasaan. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya karya-karya sastra yang dihasilkan oleh para penyair, penulis puisi, pemain drama dan sebagainya. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.
1. Lambang kebanggaan kebangsaan
Suatu bangsa akan memiliki harga diri dan martabat yang tinggi jika mengandung nilai-nilai yang positif dalam setiap aspek, misalnya aspek sosial dan budaya. Bahasa Indonesia menjadi kebanggaan karena dapat mengekspresikan dan menjadi alat untuk mengkomunikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap aspek tersebut.
2. Lambang identitas nasional
Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional disamping bendera, lagu kebangsaan serta negara Indonesia, harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lain.
3. Alat pemersatu keanekaragaman suku bangsa
Masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas kebudayaan. Dengan latar belakang inilah diperlukan suatu bahasa yang dapat disepakati bersama untuk digunakan sebagai alat komunikasi di antara suku-suku bangsa tersebut.
4. Alat penghubung antardaerah dan suku bangsa yang berbeda
Setiap daerah memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda. Perbedaan ini jika tidak diatasi maka akan menimbulkan kesalahpahaman dan salah penafsiran. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, bahasa Indonesia hadir sebagai penghubung antardaerah dan suku-suku bangsa.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yang dinyatakan dalam UUD 1945 bab XV, pasal 36, memiliki fungsi dan peranan sebagai berikut.
1. Bahasa resmi kenegaraan
Bahasa Indonesia digunakan untuk administrasi kenegaraan misalnya dokumen-dokumen, ketetapan-ketetapan, surat-menyurat, perundang- undangan dan sebagainya. Selain itu bahasa Indonesia digunakan pada upacara-upacara dan kegiatan-kegiatan kenegaraan, misalnya pemberian sambutan-sambutan, pidato-pidato dan sebagainya.
2. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran, bahasa Indonesia digunakan di lembaga-lembaga pendidikan formal dan non formal. Mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Buku-buku bacaan atau buku- buku sumber yang digunakan disekolah-sekolah umumnya menggunakan bahasa Indonesia. Kecuali pada perguruan tinggi banyak buku-buku referensi yang berasal dari luar negeri yang menggunakan bahasa asing. Tetapi umumnya buku referensi yang ditulis, dan diterbitkan di Indonesia masih menggunakan bahasa Indonesia.
3. Bahasa resmi untuk kepentingan pemerintah
Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat luas. Berbagai macam suku bangsa yang terdapat di Indonesia dengan bahasanya yang berbeda-beda dapat dihubungkan oleh satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Pemerintah dapat mengkomunikasikan peraturan-peraturan pemerintah, ketetapan-ketetapan 4 atau perundang-undangan dengan bahasa Indonesia. Begitu pula masyarakat Indonesia menyampaikan setiap aspirasinya melalui bahasa Indonesia.
4. Alat pengembang kebudayaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Suatu bangsa akan semakin maju seiring dengan perkembangan kebudayaannya. Kebudayaan suatu bangsa merupakan ciri dan identitas suatu bangsa. Bahasa Indonesia merupakan alat yang tepat untuk digunakan dalam mengembangkan kebudayaan. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan kesenian, dunia hiburan, pendidikan, teknologi dan informasi yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai media berkomunikasi. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam acara atau program-program berita yang ditayangkan di televisi-televisi maupun radio, serta surat-surat kabar sangat berperan dalam mengembangkan kebudayaan, pendidikan, teknologi dan informasi.

Thursday, 23 May 2019

Sejarah Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia


Pada perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia dibagi dalam tiga masa penting yaitu sebagai berikut.
1. Masa sebelum penjajahan (pra kolonial)
Berbagai dialek atau logat bahasa Melayu sudah tersebar di seluruh Nusantara, misalnya dialek bahasa Melayu Minangkabau, Palembang, Betawi, Kupang, Ambon, dan Iain-lain. Penggunaan bahasa Melayu sejak dahulu kala dibuktikan dengan adanya berbagai prasasti dan inskripsi, misalnya Prasasti Kedukan Bukit (832 M), Prasasti di Talang Tuwu (684 M), Prasati di kota Kapur (686 M), Prasasti di Karang Berahi (688 M), dan inskripsi Gandasuli di daerah Kedu (832 M).
2. Masa penjajahan (Kolonial)
Ketika orang-orang Barat tiba di Indonesia pada abad XVI, bahasa Melayu sudah digunakan sebagai bahasa rasmi masyarakat Indonesia. Bahasa Melayu sudah digunakan dalam pergaulan, perhubungan, dan perdagangan. Seorang Portugis yang bernama Pigafetta mulai menyusun daftar kata Melayu-ltalia pada tahun 1522. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Melayu sudah ada di Kepulauan Maluku. Pada saat penjajahan Belanda, bahasa Melayu digunakan dalam pengajaran di sekolah-sekolah Bumi Putera.
3. Masa Pergerakan
Bahasa Melayu berkembang menjadi bahasa Indonesia diawali pada abad ke-20. Pada saat itu faktor politik lebih dominan dalam mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.
Bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka suku bangsa dan bahasa daerah masing-masing memerlukan bahasa yang dapat digunakan oleh semua suku bangsa sebagai bahasa pemersatu. Berdasarkan alasan tersebut, diputuskanlah bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia melalui ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal28 0ktoberi928. Pada ikrar Sumpah Pemuda memuat nilai-nilai, Berbangsa satu, bahasa Indonesia, Bertanah air satu, tanah air Indonesia. Menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
Pada masa pergerakan nasional, banyak sekali peristiwa-peristiwa yang menjadikan bahasa Indonesia semakin berkembang. Peristiwa-peristiwa tersebut diantara sebagai berikut.
1. Pada tahun 1918, Ratu Belanda memberikan kebebasan kepada para anggota dewan rakyat untuk menggunakan bahasa Melayu dalam setiap pertemuan/ sidang.
2. Pada tahun 1933 terbentuk Angkatan Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
3. Pada tahun 1938 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo untuk menentukan pegangan bagi para pengguna bahasa, mengatur bahasa serta menyebarluaskan bahasa Indonesia.
4. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkanlah fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara Indonesia yang termaktub dalam UUD 1945 Bab XV, pasal 36.
5. Kamus besar bahasa Indonesia diperkenalkan pada Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta tahun 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia ini disusun di bawah kerjasama dan koordinasi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Alasan Bahasa Melayu Dijadikan Akar dari Bahasa Indonesia


Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri atas berbagai macam suku- suku bangsa. Suku-suku bangsa ini masing-masing memiliki ciri khas budaya dan bahasa. Bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari biasanya sudah dipengaruhi oleh bahasa daerah yang menjadi bahasa sehari-hari selain bahasa daerah, bahasa asing pun turut mempengaruhi bahasa Indonesia. Selama perkembangannya, bahasa Indonesia berkali-kali mengalami penyempurnaan. Hal ini terjadi karena berbagai budaya dan bahasa daerah serta bahasa asing sangat berperan dalam memperkaya bahasa Indonesia. Banyak kata-kata yang berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing diadopsi ke dalam bahasa Indonesia, misalnya kata-kata sastra, cita, putra, budi, surga, berasal dari bahasa Sansekerta. Kata-kata kitab, adil, subuh, diangkat dari bahasa Arab. Kata-kata syah, syahbandar, kenduri, diangkat dari Parsi. Kata-kata kiper dan tiket, berasal dari bahasa Inggris.


Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Seiring dengan berlalunya waktu bahasa Indonesia senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Hingga pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa persatuan. Mengapa bahasa Melayu dijadikan akar dari bahasa Indonesia? Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, diantaranya sebagai berikut.
1. Bahasa Melayu sudah digunakan sejak lama oleh para pelaku perdagangan, alim ulama, dan cendekiawan. Dari masa Sriwijaya dan juga Malaka, bahasa Melayu menjadi bahasa perhubungan di banyak daerah Nusantara.
2. Sistem aturan bahasa Melayu, misalnya kosakata, tata bahasa atau cara bertutur lebih mudah dan sederhana, serta mudah dipelajari.
3. Adanya kebutuhan akan bahasa pemersatu oleh para tokoh-tokoh pergerakan nasional. Bahasa Melayu yang sudah banyak digunakan oleh sebagian orang pada saat itu, serta sifatnya yang mudah dipelajari merupakan salah satu alasan yang mendasari digunakannya bahasa Melayu yang kelak dijadikan bahasa Indonesia.

Blog saya yang lain