Thursday, 1 September 2016
tentang perkembangan politik di Indonesia pada Masa Orde Baru
1. Pembubaran PKI & organisasi
massanya
Setelah diterbitkannya Surat
Perintah 11 Maret, Letnan Jenderal Suharto melakukan tindakan untuk memulihkan
keamanan dan pememrintahan. Tindakan utama yang dilakukan adalah membubarkan
PKI dan organisasi-organisasi massa yang ada di bawahnya serta melarangnya
untuk beraktivitas di Indonesia pada 12 Maret 1966. Tindakan itu diperkuat
menjadi Keputusan Presiden No. 1/3/1966 tanggal 12 Maret 1966. Untuk
selanjutnya Letnan Jenderal Suharto menangkap 15 menteri yang terindikasi ikut
dalam peristiwa G30S PKI. Langkah berikutnya membersikan kabinet dwikora serta
lembaga leglislatif yaitu MPRS dan DPRGR dari pengaruh G30S PKI.
2. Penyederhanaan Partai Politik
Setelah pemilu 1971 yang diikuti
oleh 9 partai politik dan golongan karya. Kemudian pemerintahan orde baru
melakukan penggabungan atau fusi partai politik untuk menyederhanakan sistem
politik Indonesia. Hasil yang diperoleh dari Fusi itu yaitu 2 partai politik
dan golongan karya. Partai yang malakukan fusi adalah :
a) PSII, Perti, Parmusi dan NU
menjadi Partai Persatuan Pembangunan atau PPP
b) Partai Katolik, Parkindo,
IPKI, Partai Murba dan PNI menjadi Partai Demokrasi Indonesia atau PDI
3. Pemilihan umum
Setelah orde baru berkuasa maka
untuk pertama kali diadakan pemilu pada tahun 1971 yang diikuti oleh 9 partai
dan golongan karya. selanjutnya diikuti dengan pemilu tahun 1977, tahun 1982,
1987, 1992 dan yang terkhir tahun 1997. Dari semua pemilu pada masa orde baru
selalu dimenangkan oleh Golongan Karya.
4. Peran Ganda atau Dwi Fungsi ABRI
ABRI yaitu Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia yang merupakan induk organisasi TNI dan Polri pada masa orde
baru. ABRI saat itu mempunyai peran ganda melalu dwi fungsi ABRI, dimana ABRI
bisa masuk dalam ranah pemerintahan dengan menduduki posisi-posisi strategis
dari pemerintah pusat sampai daerah. Sehingga Jabatan setingkat menteri, kepala
Daerah seperti : gubernur, bupati dan walikota sebagian besar berasal dari
anggota ABRI.
Wednesday, 31 August 2016
tentang perkembangan politik di Indonesia pada awal Kemerdekaan
a) Pembentukan struktur pemerintah
pada awal kemerdekaan
Pada awal terbentuknya Negara
Indonesia setelah proklamasi 17 agustus 1945 maka dilakukan langkah-langkah
untuk membuat struktur pemerintahan baru yaitu :
1. Mengesahkan UUD 1945 pada 18
Agustus 1945
2. Menentukan Presiden &
Wakilnya pada tanggal 18 Agustus 1945
3. Membentuk wilayah daerah
menjadi 8 provinsi pada tanggal 19 Agustus 1945.
4. Membentuk departemen
kementerian negara yang terdiri atas 11 Kementerian.
5. Pembentukan KNIP yaitu Komite
Nasional Indonesia Pusat pada 22 Agustus 1945
6. Membentuk BKR atau Badan
Kemanan Rakyat pada tanggal 23 Agustus 1945
b) Perubahan bentuk negara pada
pemerintahan Republik Indonesia Serikat atau RIS
Setelah selesainya KMB atau
konferensi Meja Bundar, Pihak Belanda hanya memberi hanya mengakaui kedaulatan
Indonesia jika bentuk negara berubah menjadi negara serikat yang terdiri atas
beberapa negara bagian.Bahkan Republik Indonesia (RI) sendiri merupakan bagian
dari RIS. Pada saat itu konstitusi yang berlaku adalah UUD RIS. sedangkan UUD
1945 hanya berlaku di wilayah RI.
c) Perubahan bentuk negara
setelah menjadi negara kesatuan
Dalam kurun waktu beberapa bulan
saja setelah dibentuknya RIS terjadi gejolak dan gerakan-gerakan dari beberapa
daerah yang menginginkan dibentuknya lagi negara kesatuan, negara-negara bagian
tersebut ingin bergabung lagi dengan Republik Indonesia.
Pada 19 Mei 1950 beberapa negara
bagian melakukan kesepakatan untuk membentuk lagi negara kesatuan, yang
kemudian pada 17 Agustus 1945 dengan resmi RIS dihentikan dan diganti dengan
NKRI. Selanjutnya konstitusi yang dipakai adalah UUDS 1950.
Sunday, 28 August 2016
Kondisi Hubungan Indonesia dengan salah satu negara maju di dunia dalam aspek ekonomi dan politik
a) Hubungan Indonesia dengan
Jepang
- Bidang Ekonomi
Sudah sejak lama Jepang
berkerjasama ekonomi dengan Indonesia, selama ini Indonesia merupakan negara
pengekspor nomor 7 ke negara Jepang. Jenis produk Indonesia yang diekspor ke
Jepang adalah : batubara, minyak bumi, tekstil, hasil laut, dan gas alam,
sedangkan Jepang mengekspor mesin, produk otomotif, komputer personal, dan
barang elektronik rumah tangga ke Indonesia. Sementara itu Jepang merupakan
penanam modal asing yang paling besar di Indonesia, ada kurang lebih 1000 badan
usaha Jepang yang berproduksi di Indonesia.
- Bidang Politik
Jepang dan Indonesia sudah sejak
lama terjalin hubungan politik yang erat. Ketika perang dunia ke-2, Indonesia
sempat dikuasai Jepang, pada saat itu Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia
yang akhirnya bisa diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 setelah Jepang
mengalami kekalahan pada perang dunia tersebut. Meskipun pernah mengalami hubungan
bilateral yang buruk tetapi Jepang dan Indonesia mengadakan perjanjian perdamaian
tahun 1958 yang menjadikan hubungan kedua negara semakin erat sampai saat ini.
b) Hubungan Indonesia dengan
Jerman
- Bidang ekonomi
Kerjasama ekonomi Indonesia dan
Jerman selalu berjalan dengan baik. Indonesia selalu mengekspor hasil buminya
yang berupa : kopi, kelapa sawit, tembakau
dan kakao. Selain itu Indonesia juga mengekspor tekstil dan bahan kimia
ke Jerman. Sedangkan Jerman mengekspor produk otomotif, berbagai mesin industri
dan produk-produk lainnya. Di Indonesia banyak perusahan Jerman yang menanamkan
modal, ada kurang lebih 250 badan usaha yang punya usaha bisnis di Indonesia
dalam bidang farmasi, telekomunikasi dan otomotif.
- Bidang politik
Hubungan bilateral Indonesia dan
Jerman selalu baik. Kedua negara selalu saling mendukung dalam forum
internasional. Seperti dalam forum kerjasama G-20 yang merupakan kelompok
negara dengan perekonoian terbesar di dunia, Indonesia dan Jerman merupakan
anggota organisasi G-20 tersebut. Dari kerjasama itu banyak terjalin kerjasama
dalam bidang pendidikan, riset dan teknologi. Banyak pelajar Indonesia yang
melanjutkan studi di negara Jerman.
Upaya yang dilakukan Indonesia untuk menjadi negara maju di dunia
a) Meningkatkan Pendapatan Per
Kapita Penduduk
Sampai saat ini pendapatan per
kapita penduduk Indonesia masih pada perkiraan US$ 3.800 per tahun. Angka
tersebut masih jauh dari pendapatan per kapita negara maju yang rata-rata di
atas US$ 10.000 per tahun. Pemerintah harus membuat program yang bisa meningkatkan produktifitas
penduduk yang nantinya bisa meningkatkan pendapatan mereka. Secara fisik bisa
dilakukan dengan membangun sarana prasarana pembangunan, misalnya : jalan,
pelabuan, jembatan, kawasan industri dan lain-lain. Sedangkan program bidang
ekonomi misalnya : penanaman modal, kredit usaha kecil (KUR), dan bantuan
pelatihan & managemen. Diharapkan di masa depan pendapatan per kapita
penduduk Indonesia bisa naik secara signifikan.
b) Meningkatkan kualitas dan peluang
mendapatkan pendidikan
Pendidikan masih tertinggal jauh
dari negara maju. Lulusan sekolah masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar
dan sekolah menengah pertama, sedangkan lulusan pendidikan tinggi masih sangat
minim. Padahal kita membutuhkan SDM yang berkualitas tinggi untuk mempercepat
pembangunan. Maka dari itu pemerintah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan
nasional dengan meningkatkan anggaran pendidikan di APBN sampai 20%, selain itu
juga banyak membangun sekolah-sekolah diseluruh penjuru negeri, dan memberikan
bantuan operasional sekolah (BAS) agar siswa bisa sekolah tanpa dibebani biaya
yang besar. Program terbaru pemerintah adalah kartu Indonesia Pintas yang
memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu.
c) Meningkatkan penguasaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
Penemuan-penemuan besar dalam
bidang IPTEK masih dikuasai negara-negara maju yang ada sekarang ini. Sedangkan
Indonesia masih sangat minim inovasi dan pengusaan IPTEK. Univertas dan Lembaga
penelitian harus terus didorong melakukan penelitian untuk menemukan teori
IPTEK yang baru. Penguasaan IPTEK sangat diperlukan karena dunia sudah
berkembang begitu cepat, efektifitas dan efisiensi dengan menggunakan teknologi
yang canggih membuat suatu negara bisa memenangkan pesaingan global di segala
bidang.
Tuesday, 23 August 2016
Indikator Amerika Serikat dikelompokkan sebagai negara maju
Indikator Amerika Serikat Sebagai Negara
Maju
a) Indikator penduduk
Penduduk Amerika Serikat
mempunyai kesejateraan yang tinggi dengan pendapatan per kapita mencapai US$
53.143 pada tahun 2013. Sebagian besar penduduk tersebut bekerja pada bidang
profesional, teknik dan jasa. Hanya sebagian kecil yang bekerja disektor primer
seperti pertanian, perkebunan dan peternakan. Pertumbuhan penduduk juga
tergolong rendah yaitu hanya 0,9 % per tahun.
b) Indikator Perekonomian
Sistem ekonomi yang digunakan
adalah sistem ekonomi kapitalis campuran. AS mempunyai Pendapatan Domestik
Bruto yang sangat besar yaitu : US $15,1 triliun. AS merupakan pengekspor
alat-alat elektronik, alat transportasi, komputer dan barang-barang canggih
lainnya. Ekspor AS mempunyai volume terbesar kedua di dunia.
c) Indikator IPTEK
Banyak ilmuwan dan penemu yang
merupakan warga negara Amerika Serikat, misalnya : Alexander Graham Bell, Thomas
Edison, Nikola Tesla dan lain-lain.
Selain itu mobil diproduksi secara massal pertama kali dilakukan di AS.
Teknologi pesawat terbang juga dipelopori di AS oleh Wright bersaudara. Usaha penelitian
disegala disiplin ilmu dilakukan sampai saat ini diberbagai
unversitas-universitas terkenal di Amerika Serikat.
d) Indikator Pendidikan
Setiap warga negara Amerika
Serikat memperoleh pendidikan yang layak di sekolah negeri maupun swasta. Sebagian
besar penduduk AS merupakan lulusan sarjana yang mencapai 85% dari seluruh
populasi penduduk. Sedangkan angka melek huruf mencapai 99%, termasuk yang
tertinggi di dunia. Di AS terdapat kurang lebih 20 universitas terbaik di dunia.
e) Indikator Kesehatan
Angka harapan hidup di Amerika
Serikat mencapai 78,4 tahun. Fasilitas kesehatan yang modern dan lengkap
disediakan oleh negara dan swasta untuk seluruh penduduk AS. Penelitian
kesehatan sangat didukung oleh pemerintah dengan anggaran penelitian kesehatan
yang besar setiap tahunnya, maka dari itu menyebabkan banyaknya inovasi
kesehatan yang dimiliki oleh ilmuwan-ilmuwan Amerika Serikat.
Yang menyebabkan perubahan di lingkungan tempat tinggal
Penyebab perubahan lingkungan
tempat tinggal.
Komponen Berubah Lingkungan yang berubah
- Keadaan Awal/sebelumnya – Keadaaan Saat Ini - Penyebab - Dampak
1) Daerah asal penduduk
Situasi semula adalah hanya ada
penduduk asli, kemudian ada pendatang dari luar daerah yang berpindah sehingga
terjadi pembauran penduduk dan jumlah penduduk semakin banyak. Hal ini
disebabkan oleh kebutuhan ekonomi dan mobilitas penduduk. Akibat yang terjadi
adalah semakin padatnya pemukiman penduduk pada daerah setempat.
2) Pemukiman Daerah
Pada mulanya masih sedikit
penduduk sehingga pemukiman masih nyaman dan sehat, tetapi kemudian karena
pemukiman menjadi lebih padat menyebabkan rumah-rumah semakin berhimpit dan
berdesakan. Penyebabnya karena banyaknya penduduk yang berpindah ke daerah ini.
Sehingga menyebabkan lingkungan menjadi panas dan kurang nyaman.
3) Lahan pertanian
Semula hanya pertanian memiliki
lahan yang luas, selanjutanya lahan semakin menyempit dan tidak subur. Hal ini
dikarenakan adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi tempat pemukiman. Dampak
negatif yang terjadi adalah semakin berkurangnya jumlah produksi padi, jagung,
kelapa dan tanaman pertanian lainnya.
4) Sungai
Pada awalnya sungai sangat bagus
airnya dan jernih, sedangkan sekaramh sungai menjadi keruh dan kotor. Penyebab
utamanya adalah masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan dan limbah
dari pabrik. Akibat negatifnya adalah masyarakat tidak bisa memanfaatkan air
sungai untuk kegiatan sehari-hari, misalnya : mencuci, mandi, dan dijadikan air
minum.
5) Udara
Awalnya udara sehat dan segar
tidak ada polusi, tetapi kemudian udara menjadi kotor, tidak sehat dan banyak
asapnya. Penyebab utamanya adalah asap kendaraan bermotor dan asap dari pabrik
disekitar daerah setempat. Akibanya banyak orang yang mengalami sesak nafas dan
udara menjadi tercemar serta tidak sehat lagi.
Sunday, 8 May 2016
Inti Masalah Ekonomi
Ekonomi merupakan bahan kajian
tentang upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas, dihadapkan
dengan sumber (sarana) ekonomi ynng
terbatas. Keadaan timpang tersebut dinamakan kelangkaan (scarcity). Kelangkaan
dialami oleh umat manusia, baik perseorangan, kelompok kecil (rumah tangga, perusahaan),
maupun masyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu, kelangkaan dapat
dipandang sebagai sumber segala masalah ekonomi.
Hampir setiap kebutuhan manusia
dapal dipenuhi dengan berbagai sarana. Sebaliknya, hampir setiap sarana dapat
digunakan memenuhi bebcrapa kebutuhan. Maka masalah ekonomi yang dihadapi
manusia menjadi semakin rumit. Manusia senantiasa dihadapkan kepada berbagai
pilihan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi.
Jadi, orang mempelajari ilmu
ekonomi karena dua hal berikut ini,
a. Kebutuhan manusia tidak
terbatas jumlahnya.
b. Alat-alat pemenuhan kebutuhan
atau sumber daya ekonomi terbatas jumlahnya.
Dari kedua kenyataan tersebut
timbulah inti persoalan ekonomi, yaitu bagaimana dengan sumber-sumber yang
jumlahnya terbatas orang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang banyak
dan beraneka ragam. Inti persoalan itu dihadapi baik oleh perorangan, keluarga,
maupun oleh perusahaan atau koperasi, bahkan oleh bangsa sebagai keseluruhan,
dan oleh dunia internasional.
1. Kebutuhan Manusia yang Tidak
Terbatas
Kebutuhan manusia beraneka ragam
dan berlangsung tcrus menerus. Manusia merasa belum puas walaupun satu
kebutuhan terpenuhi karena biasanya akan diikuti oleh kebutuhan lain yang
kurang pokok atau kebutuhan sekunder. Misalnya, orang yang sudah dapat makan,
kemudian ingin dapat berpakaian yang lebih baik. Orang yang belun mempunyai rumah
ingin memiliki rumah sendiri. Akan tetapi. begitu rumah sudah terbeli, timbul
keinginan unluk memiliki kendaraan, demikian seterusnya.
Orang tidak akan merasa puas
karena kebuluhannya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan bertambah terus,
baik macam. jumlah, maupun mutunya. Penyebab ketidakterbatasan kebutuhan
manusia secara keseluruhan, antara lain pertambahan penduduk, kemajuan
teknologi, taraf hidup yang semakin meningkat. keadaan lingkungan, dan tingkat
kebudayaan manusia yang semakin meningkat.
2. Terbatasnya (Kelangkaan)
Sumber Daya
Untuk memenuhi kebuiuhan, manusia
memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan. yailu barang dan jasa. Barang dan
jasa merupakan sumber daya ekonomi yang jumlahnya terbatas atau langka. Langka
artinya jumlahnya relalif sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan
manusia. Misalnya. minyak bumi sangat terbatas jumlahnya jika dibandingkan
dengan kebutuhan terhadap minyak bumi tersebut. Begitu pula dalam bidang kesehatan.
Pelayanan pengobalan penyakit kanker sangat terbatas, tetapi penderita penyakil
kanker yang membutuhkan pengobalan tersebut banyak.
Memang, ada beberapa barang yang
tersedia dalam jumlah yang begitu melimpah. sehingga tidak ada persoalan
bagaimana mendapatkan sebanyak yang dibutuhkan. Misalnya udara, sinar malahari,
atau pasir bagi orang yang tinggal di daerah pantai. Barang tersebul tersedia
dalam jumlah begitu melimpah sehingga tidak perlu usaha atau pengorbanan untuk
memperolehnya. Oleh karena itu, disebut barang bebas. Barang bebas tidak
dipersoalkan dalam ilmu ekonomi.
Kebanyakan barang yang dibutuhkan
untuk hidup kita. juga sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkannya
jumlahnya terbatas atau langka (scarce). Barang yang demikian disebut barang
ekonomi.
Untuk menghasilkan barang dan
jasa perlu usaha. yaitu produksi. Untuk produksi perlu mencurahkan tenapa.
pikiran. dan waktu. Usaha produksi juga memerlukan faktor-faktor produksi,
antara lain bahan-bahan dasar dan alat-alat, mesin-mesin, pabrik, serta uang.
Sumber-sumber daya terdiri atas sumber-sumber alam (tanah, air, hutan,
bahan-bahan tambang, dan sebagainya), sumber daya manusia/tenaga kerja, segala
macam alat buatan manusia yang membantu dalam proses produksi (gedung, mesin,
alat-alat, bahan-bahan) dan modal, serta pengusaha/kewirausahaan. Sumber-
sumber daya ini disebut faktor-faktor produksi, karena diperlukan dalam proses
produksi yang menghasilkan barang dan jasa.
Akibat keterbatasan barang dan
jasa, mendorong manusia melakukan pemilihan. Manusia dapat menentukan kebutuhan
yang harus dipenuhi lebih dulu dan baru memenuhi kebutuhan berikutnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)






